Jadikan Duel Kontra Bulgaria sebagai Tolok Ukur, Ronny Pangemanan Yakin Timnas Indonesia Bisa Bersaing di Piala Asia 2027

Penulis: Nurul Huda  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 04:16:01 WIB
Ronny Pangemanan optimis Timnas Indonesia mampu bersaing di Piala Asia 2027 setelah duel ketat kontra Bulgaria.

MALUKU — Bola.com, Jakarta – Ronny Pangemanan, pengamat sepak bola yang akrab disapa Ropan, percaya Timnas Indonesia bisa bersaing di Piala Asia 2027. Keyakinan itu muncul setelah ia menyaksikan langsung perlawanan sengit skuad Garuda saat berhadapan dengan Bulgaria di ajang FIFA Series beberapa waktu lalu.

"Saya masih percaya dengan tim ini. Apalagi ketika melawan Bulgaria kemarin. Tim kelas Eropa yang bagus yang dipaksa untuk bertahan parkir bus oleh kita," ujar Ropan di kanal YouTube ITSMe.

Menurutnya, kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria yang hanya terjadi lewat gol penalti menunjukkan kualitas permainan Indonesia. "Secara permainan kita bagus. Tidak dalam tekanan lawan atau dikurung habis-habisan dua hari dua malam oleh Bulgaria. Enggak," tegasnya.

Grup Neraka dan Modal Lolos ke Putaran Final

Di Piala Asia 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi pada 7 Januari–7 Februari, Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Jepang dan Qatar merupakan negara yang pernah menjadi juara turnamen ini.

Namun, Garuda memiliki modal berharga. Skuad asuhan John Herdman lolos langsung ke putaran final tanpa melewati babak kualifikasi, berkat langkah mereka yang tembus hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Thailand, rival di grup, harus melewati kualifikasi terlebih dahulu.

Waktu Persiapan Panjang dan Tambahan Amunisi

Ropan menilai, jarak waktu yang masih panjang menuju Piala Asia memberi keuntungan bagi John Herdman untuk mematangkan tim. Pelatih asal Inggris itu disebut yakin bisa membentuk skuad yang solid, terutama jika ada tambahan pemain naturalisasi.

"Makanya John bilang dia yakin, Piala Asia itu, karena masih jauh, dia bisa membentuk tim yang baik. Apalagi kalau ada penambahan-penambahan pemain naturalisasi," tukas Ropan.

Saat ini, tim pelatih terus memantau perkembangan pilar kunci yang berkarier di Eropa, seperti Jay Idzes, Emil Audero, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, Justin Hubner, Joey Pelupessy, dan Maarten Paes. Sementara itu, 23 pemain dari kompetisi domestik akan segera mengikuti pemusatan latihan (TC) untuk persiapan FIFA matchday, Piala AFF, dan FIFA ASEAN Cup.

Prioritas: Tambahan Striker Nomor 9 dari Eropa

Ropan menekankan, langkah pertama yang harus diambil PSSI dan tim pelatih adalah menambah stok di lini depan. Selama ini, Indonesia masih bertumpu pada Ole Romeny yang lebih cocok bermain sebagai second striker.

"Ole kan bukan pemain nomor 9 murni, tapi lebih ke nomor 10. Dia lebih bagus bermain di belakang striker, seperti yang ia perlihatkan ketika kita melawan Saint Kitts and Nevis. Dua assist dia kepada Beckham Putra menghasilkan gol," papar Ropan.

Ia menambahkan, lini belakang sudah cukup tebal, meski opsi penambahan tetap terbuka. "Bisa saja di belakang misalnya Pascal Struijk masuk, kalau dia enggak kepilih di tim nasional Belanda. Dia kan lagi bagus dengan Leeds United. Tapi yang terpenting, kita perlu penambahan pemain depan. Harus ambil dari Eropa-lah," pungkasnya.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: bola.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top