LANGUR — Sebanyak lima anggota pramuka dari Gugus Depan (Gudep) Leis Hanubun, Kabupaten Maluku Tenggara, dipastikan akan menjadi bagian dari kontingen daerah dalam Jambore Nasional (Jamnas) 2026. Keberhasilan ini diumumkan setelah melalui serangkaian seleksi dan pembinaan intensif di tingkat kwartir ranting maupun cabang.
Kelimanya dinilai memiliki kompetensi dan semangat kepramukaan yang mumpuni untuk bersaing dengan ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Persiapan fisik dan mental pun mulai digenjot agar mereka siap tampil maksimal di ajang bergengsi yang digelar lima tahunan tersebut.
Para anggota terpilih tidak melalui jalan pintas. Mereka harus melewati tahapan seleksi yang menguji ketangkasan, pengetahuan umum, serta jiwa kepemimpinan. Proses ini melibatkan pelatih dan pembina dari Kwartir Cabang setempat untuk memastikan hanya yang terbaik yang lolos.
Semangat kompetitif yang tinggi juga terlihat dari antusiasme anggota pramuka lainnya yang ikut seleksi. Meski hanya lima nama yang diumumkan, seluruh anggota Gudep Leis Hanubun disebut tetap mendapat pembinaan berkelanjutan.
Menjelang Jambore Nasional yang akan digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, para anggota mulai menjalani latihan intensif. Materi yang ditekankan meliputi pioneering, survival skill, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Pembina juga memberikan pelatihan khusus tentang budaya daerah untuk ditampilkan di stan kontingen.
Selain itu, penggalangan dukungan dari orang tua dan masyarakat sekitar terus dilakukan. Dukungan logistik dan moral dinilai penting untuk menjaga motivasi para pramuka selama berada di lokasi perkemahan nasional nanti.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi gugus depan lain di Maluku Tenggara untuk lebih aktif dalam kegiatan kepramukaan. Selama ini, minat terhadap pramuka di daerah tersebut cukup tinggi, namun keterbatasan akses pelatihan sering menjadi kendala.
Dengan adanya wakil ke Jamnas 2026, diharapkan sistem pembinaan di tingkat ranting dan cabang bisa semakin terstruktur. Para pembina juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih pada kegiatan non-akademik seperti pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda.
Meski belum diumumkan secara resmi, perkiraan kebutuhan dana untuk transportasi, akomodasi, dan perlengkapan selama Jamnas cukup besar. Gudep Leis Hanubun saat ini masih mengupayakan bantuan dari berbagai pihak, termasuk sponsor dan donatur.
Pembina gugus depan berharap agar proses penggalangan dana tidak mengganggu fokus latihan para anggota. Mereka optimistis lima wakil ini bisa membawa nama harum Maluku Tenggara di tingkat nasional.