DOBO — Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Kepulauan Aru berlangsung khidmat, Senin (1/6/2026). Bupati Timotius Kaidel membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi, di hadapan jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, TNI-Polri, dan ratusan ASN Pemkab Kepulauan Aru.
Dalam pidatonya, Bupati menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara yang tertulis dalam dokumen sejarah. “Pancasila harus kita jadikan sebagai nafas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi kuat untuk menjaga persatuan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. “Cara terbaik menjaganya adalah dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata, seperti toleransi, gotong royong, dan saling menghormati,” kata Bupati.
Bupati secara khusus mengajak generasi muda Kepulauan Aru untuk menjadi garda terdepan dalam menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Ajakan ini berlaku di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas.
“Di era digital seperti sekarang, arus informasi sangat deras. Tanpa pegangan yang kuat, bangsa ini mudah terpecah belah,” tegas Timotius Kaidel. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh isu-isu yang memecah persatuan.
Indonesia, menurut Bupati, memiliki kekayaan besar dalam keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Semua itu harus dijaga dengan mengamalkan Pancasila secara nyata.
Upacara yang digelar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru ini diisi dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, dan pembacaan UUD 1945. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan khidmat.
Selain Bupati, upacara juga dihadiri Wakil Bupati, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur TNI-Polri. Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kepulauan Aru turut memadati halaman kantor bupati.