MALUKU — Ancaman yang dinilai kredibel dan akan segera terjadi itu memaksa pasukan pengaman presiden menyusun rencana evakuasi dalam hitungan menit. Seorang sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut mengatakan Trump dan sejumlah ajudannya dipindahkan menggunakan truk katering untuk menempuh perjalanan dari Air Force One menuju pesawat C-32A yang tidak mencolok.
Air Force One sendiri tetap berangkat secara terpisah dengan membawa para pejabat senior pemerintahan, staf Gedung Putih, dan rombongan pers. Manuver ini dirancang untuk mengelabui pihak yang mungkin memantau pergerakan presiden di hari terakhir kunjungannya ke Ankara, Turki, untuk menghadiri KTT NATO.
Rudal panggul atau MANPADS (Man-Portable Air Defense Systems) merupakan sistem rudal ringan yang dapat dibawa dan ditembakkan oleh satu prajurit untuk menghancurkan target udara. Sumber tersebut menolak mengungkapkan asal-usul intelijen, tetapi menegaskan para pejabat hanya punya sedikit waktu untuk mempersiapkan skema pengalihan rute ini.
Keputusan untuk memindahkan presiden keluar dari pesawat utamanya menunjukkan tingkat keparahan ancaman yang diterima. Dalam protokol keamanan standar, Air Force One dirancang dengan sistem pertahanan canggih untuk menghadapi berbagai serangan, termasuk rudal.
Menanggapi laporan yang beredar, Trump mengomentari operasi rahasia tersebut saat berbincang dengan wartawan pada Selasa (11/8). Ia menyebut perpindahan itu sepenuhnya merupakan keputusan Dinas Rahasia dan militer, bukan inisiatif pribadinya.
"Ya, itu sepenuhnya keputusan Secret Service. Saya hanya mengikuti apa yang ingin mereka lakukan, jadi saya mengikuti arahan Secret Service dan militer," ucapnya.
Menariknya, Trump justru menilai pesawat pengganti yang digunakannya memiliki risiko lebih besar dibanding Air Force One. "Menurut saya, pesawat yang saya tumpangi justru memiliki risiko lebih besar. Menurut saya, risikonya lebih besar karena pesawat itulah yang kemungkinan besar akan mereka incar," kata Trump.
Laporan mengenai perpindahan presiden menggunakan truk katering memicu beragam meme di media sosial. Trump meresponsnya dengan santai, menegaskan bahwa dirinya hanya mengikuti arahan petugas keamanan yang bertugas melindungi presiden.
"Sepertinya memang ada ancaman. Saya tidak terlalu banyak bertanya soal hal itu. Saya sering menerima banyak ancaman," ujar Presiden AS tersebut.
Insiden ini menjadi salah satu babak paling tidak biasa dalam protokol keamanan kepresidenan AS. Operasi senyap yang melibatkan kendaraan layanan makanan untuk mengecoh potensi ancaman menunjukkan bagaimana Dinas Rahasia beradaptasi dengan situasi berisiko tinggi di luar dugaan.