Polda Maluku Siagakan Personel di Seluruh Jajaran Antisipasi Karhutla Akibat El Nino, Titik Rawan Dipetakan

Penulis: Nurul Huda  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:04:01 WIB
Personel kepolisian berjaga di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan di Ambon, Maluku, Jumat (tanggal).

AMBON — Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Maluku Kombes Pol Budi Priyanto menegaskan kesiapsiagaan personel tidak hanya difokuskan pada penanganan saat kebakaran terjadi. Seluruh jajaran diminta aktif melakukan pemantauan kondisi lingkungan dan memahami karakteristik daerah masing-masing.

“Kesiapsiagaan tersebut diarahkan tidak hanya pada penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga pada deteksi dini, pemetaan wilayah rawan, pemantauan kondisi lingkungan dan respons cepat terhadap setiap potensi titik api,” kata Budi di Ambon, Jumat.

El Nino Memperpanjang Potensi Kekeringan di Maluku

Budi menyampaikan kembali arahan pimpinan Polri terkait fenomena El Nino yang dinilai berpotensi memberikan dampak luas terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat. Fenomena ini disebut dapat meningkatkan suhu, mengurangi curah hujan, menurunkan debit air, hingga memicu kekeringan yang berlangsung lebih panjang.

“Fenomena El Nino ini harus kita sikapi dengan kesiapsiagaan. Ketika suhu meningkat, curah hujan berkurang dan debit air menurun, maka potensi kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan juga harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Pemetaan Titik Rawan dan Koordinasi dengan Pemda

Penyiapan personel dilakukan sesuai karakteristik dan tingkat kerawanan masing-masing wilayah. Setiap satuan kerja diminta mengetahui titik-titik yang berpotensi rawan kebakaran agar ketika ada informasi atau kejadian, personel dapat segera bergerak melakukan penanganan.

“Kita siapkan personel di seluruh jajaran untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi. Masing-masing wilayah harus mengetahui titik-titik yang berpotensi rawan kebakaran, sehingga ketika ada informasi atau kejadian, personel dapat segera bergerak melakukan penanganan,” tegas Budi.

Koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat juga diperkuat. Polri disebut harus hadir sejak tahap pencegahan, bukan menunggu kebakaran meluas. Sarana yang memadai dan pola koordinasi yang jelas menjadi kunci agar potensi kebakaran dapat ditangani sejak awal.

Peran Masyarakat dalam Mencegah Titik Api

Budi menambahkan, dampak El Nino tidak hanya menyentuh sektor lingkungan, tetapi juga ketersediaan air, aktivitas masyarakat, hingga sektor pertanian. Karena itu, kepolisian mengambil peran dalam upaya mitigasi bersama stakeholder terkait.

“Prinsipnya kita jangan menunggu sampai terjadi. Masing-masing satuan kerja harus memahami potensi ancaman di wilayah tugasnya dan menyiapkan langkah-langkah pencegahan maupun penanganannya,” tambahnya.

Masyarakat diminta berperan aktif dengan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah kebakaran meluas di tengah kondisi cuaca yang semakin kering.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top