MALUKU — Potongan harga hingga jutaan rupiah menyasar sejumlah barang elektronik rumah tangga, tidak hanya AC dan mesin cuci, tetapi juga kulkas serta televisi. Namun, harga spesial ini tidak bisa didapatkan dengan metode pembayaran biasa. Konsumen wajib bertransaksi menggunakan aplikasi Allo Bank atau kartu kredit Bank Mega dan Bank Mega Syariah.
Dari daftar harga yang dipublikasikan Transmart, AC Split 1 PK yang semula dibanderol mulai Rp 5.759.000 per unit turun menjadi Rp 4.051.200 setelah diskon. Penurunan serupa terjadi pada mesin cuci Sharp front load kapasitas 7 kg, dari harga normal Rp 6.129.000 menjadi Rp 4.071.200 per unit.
Skema perhitungannya adalah potongan 50 persen dari harga awal, lalu diberikan tambahan potongan 20 persen dari nilai setelah diskon pertama. Transaksi dibatasi maksimal dua unit per kategori untuk setiap konsumen.
Konsumen yang belum memiliki aplikasi Allo Bank dapat mengunduhnya melalui App Store atau Google Play Store, kemudian melakukan upgrade akun ke tier Allo Prime. Alternatif lain, pembukaan kartu kredit Bank Mega atau Mega Syariah bisa dilakukan secara instan di gerai Transmart agar kartu langsung dapat digunakan untuk bertransaksi pada hari yang sama.
Promo ini dirancang bertepatan dengan momentum akhir pekan, menyasar kebutuhan masyarakat yang tengah merencanakan penggantian peralatan rumah tangga. Dengan durasi yang hanya satu hari, potensi antrean di kasir maupun area elektronik diperkirakan meningkat pada sore hingga malam hari.
Skema diskon bundling dengan ekosistem pembayaran milik grup sendiri menunjukkan upaya Transmart mendorong transaksi nontunai sekaligus menjaga perputaran stok barang elektronik. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa ritel masih mengandalkan event diskon besar untuk memicu pembelian impulsif, terutama untuk produk dengan tiket harga menengah ke atas.
Bagi konsumen yang menargetkan pembelian kulkas atau televisi, ketersediaan stok menjadi faktor yang perlu dipastikan terlebih dahulu. Kebijakan maksimal dua unit per kategori menyiratkan bahwa persediaan barang kemungkinan dibatasi untuk mengantisipasi pembelian dalam jumlah besar oleh pihak ketiga.