MALUKU — Google akhirnya menjawab dominasi Apple di pasar pelacak barang dengan Pixel Tag, perangkat yang diumumkan dalam ajang Made by Google. Saya sempat memegang langsung perangkat ini dan langsung menemukan satu hal yang membuatnya lebih praktis daripada AirTag 2: sistem peringatan baterai lemah yang tidak bisa diabaikan.
Masalah paling umum dengan pelacak Bluetooth adalah pemilik baru menyadari barangnya hilang saat baterai sudah mati berbulan-bulan lalu. AirTag hanya mengirim satu notifikasi saat baterai melemah, dan jika notifikasi itu terlewat, pelacak menjadi tidak berguna tanpa kamu sadari. Pixel Tag mengatasi ini dengan mengirim pengingat berulang setiap 14 hari sampai baterai CR2032 diganti.
Desain Lebih Tipis dari AirTag, Bisa Masuk Slot Kartu
Dengan ketebalan hanya 5,4 mm, Pixel Tag jauh lebih ramping dibanding AirTag 2 yang setebal 8 mm. Bentuknya persegi panjang berukuran 28 x 46,1 mm dengan bobot 11,8 gram — sama ringannya dengan produk Apple, tapi lebih nyaman diselipkan di slot kartu dompet tanpa membuat dompet menggembung.
Materialnya memadukan stainless steel dan polikarbonat dengan rating IP67, jadi aman terkena cipratan air atau debu. Untuk urusan durabilitas, tidak ada kompromi soal ketahanan fisik di kelasnya.
Dua Arah Pencarian dan UWB yang Lebih Andal
Fitur pembeda utama Pixel Tag adalah tombol terintegrasi di bodinya yang bisa membunyikan ponsel — kebalikan dari cara kerja AirTag yang hanya bisa dicari dari iPhone. Ini sangat membantu saat kamu lupa meletakkan ponsel di rumah, cukup tekan tombol di tag dan ponsel akan berdering.
Untuk presisi pencarian, Google membekali Pixel Tag dengan Ultra-Wideband (UWB) plus Bluetooth Channel Sounding yang diklaim mampu memberikan panduan arah dan jarak akurat hingga 50 meter, bahkan dengan penghalang di antaranya. AirTag 2 mengandalkan chip UWB generasi kedua, tapi Pixel Tag unggul dalam hal jangkauan dan keandalan sinyal di ruangan padat.
Berbagi hingga 10 Orang, Lebih Siap untuk Kebutuhan Keluarga
Google mengizinkan satu Pixel Tag dibagikan ke maksimal 10 pengguna melalui aplikasi Find Hub, dua kali lipat dari batas 5 orang di Apple Find My. Untuk barang yang dipakai bersama seperti kunci rumah, kalung hewan peliharaan, atau tas kerja, ini jelas lebih praktis.
Jaringan pelacakan Google Find Hub juga disebut membawa enkripsi end-to-end untuk data lokasi, jadi privasi pengguna tetap terjaga. Ini poin penting yang sering jadi pertanyaan pembeli sebelum memutuskan membeli pelacak.
Spesifikasi Lengkap Pixel Tag vs AirTag 2
- Harga: USD 29 per unit, USD 99 untuk paket 4 (sama dengan AirTag 2)
- Dimensi: 28 x 46,1 x 5,4 mm vs 31,9 mm diameter x 8 mm kedalaman
- Berat: 11,8 gram untuk keduanya
- Ketahanan: IP67 untuk keduanya
- Baterai: CR2032 user-replaceable, tahan hingga 1 tahun
- Teknologi lokasi: UWB + Bluetooth Channel Sounding vs UWB generasi kedua
- Jaringan: Google Find Hub vs Apple Find My Network
Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli
Pixel Tag baru akan dijual mulai 11 November 2025 dengan harga USD 29 per unit atau USD 99 untuk paket 4 — sekitar Rp 460 ribu dan Rp 1,6 juta dengan kurs estimasi. Sayangnya, belum ada konfirmasi ketersediaan resmi di Indonesia, jadi kemungkinan besar harus membeli lewat importir.
Kelemahan lain yang perlu dicatat: ekosistem Google Find Hub masih jauh lebih muda dibanding Apple Find My Network yang sudah beroperasi sejak 2021. Jumlah perangkat Apple yang menjadi node pelacak jauh lebih banyak, artinya kemungkinan menemukan barang hilang di area publik mungkin masih lebih tinggi dengan AirTag. Untuk pengguna Android, Pixel Tag jelas pilihan paling masuk akal, tapi bagi yang sudah nyaman di ekosistem Apple, AirTag 2 tetap menang soal jangkauan jaringan.