Rektor Unpatti Ambon: Perguruan Tinggi Tak Cukup Cetak Lulusan, Harus Lahirkan Solusi Nyata untuk Maluku

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:52:31 WIB
Rektor Unpatti Prof Fredy Leiwakabessy menyampaikan pidato pada Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Ambon, Selasa.

AMBON — Prof Fredy Leiwakabessy menekankan bahwa keunggulan sebuah perguruan tinggi tidak lagi diukur dari jumlah lulusan atau akreditasi semata. Ukuran utamanya, kata dia, adalah seberapa besar ilmu pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan mampu menjadi solusi atas persoalan bangsa, terutama di daerah.

"Perguruan tinggi tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang memiliki gelar, tetapi harus mampu melahirkan gagasan, riset, dan inovasi yang memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat serta mendorong kemajuan industri nasional," ujarnya di Ambon, Selasa.

Pernyataan ini disampaikan Rektor Unpatti sejalan dengan amanat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI yang dibacakan pada Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tema "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur" dimaknai sebagai momentum memperkuat kontribusi kampus dalam membangun sumber daya manusia unggul.

Riset Kampus Harus Menjawab Kebutuhan Lokal Maluku

Menurut Fredy, konteks Maluku yang berciri kepulauan membutuhkan kontribusi perguruan tinggi yang lebih spesifik. Solusi yang dihasilkan tidak bisa generik, melainkan harus berbasis pada potensi dan persoalan lokal yang nyata dihadapi masyarakat.

Ia menyebutkan beberapa sektor strategis yang menjadi pekerjaan rumah bersama, mulai dari kelautan dan perikanan, ketahanan pangan, kesehatan, energi, hingga pengelolaan lingkungan hidup. Riset di Unpatti diharapkan menyentuh langsung sektor-sektor tersebut.

"Keunggulan perguruan tinggi harus diukur dari seberapa besar ilmu pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan mampu menjawab persoalan bangsa, termasuk kebutuhan masyarakat di daerah," tegas Fredy.

Kolaborasi Empat Pilar Jadi Kunci Ekosistem Inovasi

Fredy berpandangan penguatan ekosistem riset tidak bisa dilakukan sendiri oleh kampus. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, industri, dan masyarakat secara keseluruhan.

"Unpatti harus terus memperkuat peran sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi Maluku dan Indonesia," katanya menegaskan komitmen institusinya.

Ia menambahkan, ilmu pengetahuan yang dibangun di ruang kelas dan laboratorium tidak boleh berhenti di situ. Hasil riset tersebut harus didorong untuk diterapkan dan menjawab persoalan riil yang tengah dihadapi oleh publik.

Penguatan Kapasitas Akademik dan Relevansi Pembangunan

Rektor menegaskan bahwa peningkatan kapasitas akademik harus berjalan beriringan dengan relevansi pendidikan tinggi terhadap kebutuhan pembangunan. Hal ini penting agar lulusan dan hasil riset tidak terputus dari kebutuhan industri dan masyarakat.

Dengan penguatan ini, Unpatti diharapkan mampu memastikan ilmu pengetahuan memiliki dampak langsung. Bukan hanya menjadi dokumentasi ilmiah, tetapi juga instrumen pendorong kemajuan ekonomi dan kemandirian nasional yang berakar dari kekuatan lokal.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top