MALUKU — Kebutuhan air bersih adalah masalah mendasar yang sering kali luput dari perhatian. Di Desa Labuhan Permai, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, masalah ini sudah berlangsung lama dan menjadi beban harian bagi puluhan keluarga. Kehadiran sumur bor dari jajaran Polres Mesuji menjadi titik terang yang dinanti-nantikan warga.
Program ini merupakan realisasi dari instruksi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang diwujudkan melalui inisiasi Kapolda Lampung Irjen Polisi Helfi Assegaf. Ini bukan sekadar seremonial; ini jawaban atas persoalan yang selama ini menggerus kualitas hidup warga.
Selama ini, warga RK 03 RT 04 harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer untuk mendapatkan air bersih. Aktivitas ini dilakukan setiap hari, berulang-ulang, dalam waktu yang sudah mencapai beberapa dekade. Air yang didapat pun digunakan untuk kebutuhan paling dasar: minum, memasak, dan mandi.
Beban ini jelas tidak ringan. Waktu dan tenaga yang seharusnya bisa digunakan untuk bekerja atau istirahat, habis terkuras di perjalanan. Apalagi jika harus dilakukan berkali-kali dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan satu keluarga.
Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus S.I.K., M.H., yang hadir mewakili institusinya, menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk kehadiran Polri di tengah kesulitan masyarakat. Ia menegaskan bahwa tugas polisi bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi warga.
“Kami hadir di sini bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga untuk menjadi solusi bagi permasalahan yang dirasakan warga. Semoga sumur bor ini dapat bermanfaat secara berkelanjutan, mengalirkan air yang bersih dan sehat untuk seluruh keluarga di Desa Labuhan Permai,” ujarnya dalam keterangan yang diterima.
Pernyataan ini menegaskan bahwa program ini diharapkan memberi dampak jangka panjang, bukan hanya bantuan sesaat. Air bersih yang mengalir diharapkan bisa menopang kebutuhan harian 60 KK secara berkelanjutan.
Kedatangan jajaran Polres Mesuji disambut antusias oleh warga yang sudah lama menantikan solusi atas krisis air ini. Rasa syukur terpancar dari sambutan hangat yang diberikan, karena beban berat yang selama ini mereka pikul akhirnya mulai terangkat.
Kepala Desa Abdul Kodir, mewakili seluruh masyarakat Labuhan Permai, mengucapkan terima kasih kepada Kapolri, Kapolda Lampung, serta jajaran Polres Mesuji. Ia berharap fasilitas ini bisa dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan dan kebersihan lingkungan bersama.
Bantuan infrastruktur seperti sumur bor ini adalah langkah awal yang baik. Namun, ada satu hal yang perlu menjadi perhatian bersama: keberlanjutan fasilitasnya. Sumur bor membutuhkan perawatan berkala, mulai dari pengecekan pompa, kualitas air, hingga kebersihan area sekitar sumber air.
Tanpa pengelolaan yang baik dari pemerintah desa dan partisipasi aktif warga, fasilitas ini berisiko terbengkalai dalam beberapa tahun ke depan. Perlu ada skema pengelolaan sederhana, misalnya iuran bulanan untuk biaya listrik pompa dan perawatan, agar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.
Bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa masih banyak desa di Indonesia yang menghadapi masalah serupa. Semoga program serupa bisa menjangkau lebih banyak lokasi yang membutuhkan, sehingga tidak ada lagi warga yang harus berjalan jauh hanya untuk mendapatkan air bersih.