BPK Maluku Jajaki Pertukaran Data Sejarah dengan Leiden University, Buka Akses Arsip Kolonial di Belanda

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:20:51 WIB
BPK Maluku menjajaki pertukaran data sejarah dan budaya dengan Leiden University untuk membuka akses arsip kolonial di Belanda.

AMBON — BPK Maluku tidak hanya menerima kunjungan peneliti asing, tetapi juga tengah merancang skema kerja sama timbal balik berupa pertukaran data sejarah dan budaya. Inisiatif ini diharapkan mampu membuka akses terhadap dokumen-dokumen lama yang selama ini tersimpan di Belanda dan belum bisa dijangkau publik secara luas.

Pamong Budaya BPK Maluku Hapsoro Ari Widyatama mengatakan lembaganya sedang membangun koneksi dengan peneliti dan mahasiswa dari berbagai universitas, baik di dalam maupun luar negeri. Sebelumnya, BPK Maluku telah menjalin komunikasi dengan Utrecht University, Buffalo University Amerika Serikat, dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Arsip Kolonial yang Belum Terakses

Peneliti Leiden University yang berkunjung ke Ambon membawa sejumlah buku dan gambar berkaitan dengan Georgius Everhardus Rumphius, naturalis Jerman yang dikenal sebagai "Plinius dari Timur" karena karya besarnya tentang alam dan budaya Maluku pada abad ke-17.

Kunjungan tersebut diisi dengan diskusi dan pertukaran informasi mengenai sejarah serta warisan budaya Maluku. Hapsoro menjelaskan bahwa skema pertukaran data tengah dijajaki agar kerja sama ini saling menguntungkan.

"Jadi kami membagikan data yang dia butuhkan, dan dia bisa gantian membagikan data-data mengenai sejarah budaya Maluku yang masih tersimpan di Belanda," ujarnya di Ambon, Rabu.

Referensi Sejarah Maluku Masih Minim

Hapsoro mengakui bahwa referensi mengenai sejarah dan budaya di Maluku masih sangat terbatas. Kondisi ini menjadi alasan utama mengapa studi di bidang tersebut perlu terus ditingkatkan melalui penelitian dan pertukaran data dengan lembaga maupun perguruan tinggi.

"Iya, karena referensi mengenai sejarah budaya di Maluku masih sangat terbatas, mengingat studi budaya di sini masih harus ditingkatkan lagi," katanya.

Pertukaran data dengan peneliti asing dinilai berpotensi membuka akses terhadap berbagai hasil penelitian terdahulu mengenai Maluku yang tersimpan di Belanda. "Seperti penelitian-penelitian terdahulu yang belum bisa kita akses," imbuhnya.

Memperkuat Pelestarian Warisan Budaya

Hapsoro berharap hubungan dengan peneliti dan perguruan tinggi tersebut dapat terus dikembangkan. Dengan begitu, penelitian mengenai sejarah dan budaya Maluku tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga membantu memperkuat upaya pelestarian warisan budaya daerah.

"Selain itu ini juga memperkuat studi atau penelitian sejarah budaya di Maluku," katanya.

Langkah BPK Maluku ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap sumber-sumber sejarah dan budaya yang selama ini belum seluruhnya dapat dijangkau oleh peneliti di daerah. Jejaring akademik yang kuat dinilai penting untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjaga warisan budaya Maluku agar tidak hilang ditelan zaman.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top