MALUKU — PT Wuling Motors membuka jalur kepemilikan Wuling Aira EV Standard Range tidak hanya melalui tunai, tetapi juga skema pembiayaan kredit. Bagi konsumen yang ingin mencicil, simulasi berikut bisa menjadi acuan awal untuk mengukur kemampuan bayar sebelum mengunjungi dealer.
Wuling Aira EV Standard Range sendiri diposisikan sebagai mobil listrik perkotaan berukuran mungil. Banderolnya dibanderol mulai Rp 155 juta, menjadikannya salah satu opsi elektrifikasi dengan harga paling terjangkau di pasar otomotif nasional.
Besaran cicilan bulanan tidaklah seragam untuk setiap konsumen. Angka tersebut sangat bergantung pada dua faktor utama: jumlah uang muka (DP) yang dibayarkan di awal serta lama tenor yang dipilih.
Logikanya sederhana, semakin besar nominal DP yang disetor, semakin rendah beban cicilan per bulannya. Namun, konsumen perlu mencermati komponen total pembayaran pertama yang nilainya bukan sekadar akumulasi DP.
Dalam total pembayaran awal tersebut, sudah termasuk biaya administrasi, premi asuransi, dan komponen lain yang menyertainya. Memahami struktur biaya ini penting agar tidak terjadi selisih anggaran saat proses akad kredit berlangsung.
Sebagai gambaran, salah satu skema yang ditawarkan menggunakan tenor 12 bulan. Pada opsi ini, konsumen dihadapkan pada total pembayaran pertama sebesar Rp 48.905.500.
Setelah DP dan biaya awal dilunasi, kewajiban bulanan yang harus dibayarkan konsumen adalah cicilan sebesar Rp 10,657 juta per bulan. Angka ini memberi ilustrasi nyata tentang komitmen finansial yang diperlukan untuk memiliki Aira EV Standard Range dalam kurun waktu satu tahun.
Perlu ditegaskan bahwa simulasi ini hanyalah gambaran awal. Dealer resmi Wuling atau lembaga pembiayaan rekanan dapat memberikan penawaran yang lebih spesifik, termasuk opsi tenor yang lebih panjang untuk meringankan cicilan bulanan.