Tumpukan Sampah di Kali Honipopu Ambon Bikin Warga Cemas, Aliran Air Dikhawatirkan Tersumbat saat Hujan Deras

Penulis: Nurul Huda  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:03:02 WIB
Tumpukan sampah berbagai jenis terlihat memenuhi badan air Kali Honipopu di kawasan Jembatan Pohon Pule, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Ambon.

AMBON — Tumpukan sampah berbagai jenis terlihat memenuhi badan air Kali Honipopu di kawasan Jembatan Pohon Pule, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau. Warga setempat mulai resah karena sampah yang dibiarkan menumpuk bisa mempersempit kapasitas aliran kali.

Kekhawatiran utama warga bukan sekadar soal estetika. Jika hujan deras mengguyur, sampah yang menggunung berpotensi menghambat laju air dan menyebabkan genangan di permukiman sekitar.

Risiko Banjir dan Penyakit Mengintai Warga

Dalam jangka panjang, tumpukan sampah yang membusuk di aliran kali juga berpotensi menyebabkan pendangkalan. Debit air yang meningkat saat hujan bisa meluap lebih cepat karena dasar kali sudah dangkal dan alirannya terhalang material sampah.

Bau tidak sedap yang muncul dari sampah membusuk pun mulai tercium warga. Lingkungan yang lembap dan kotor seperti ini rawan menjadi sarang nyamuk serta sumber penyakit lain, terutama bagi anak-anak yang bermain di sekitar permukiman.

Menurut pantauan warga, kondisi ini bukan baru pertama kali terjadi. Sampah kerap kembali menumpuk di titik yang sama, terutama setelah air surut, namun belum ada penanganan menyeluruh dari pemerintah kota.

Apa Langkah Pemkot Ambon Selanjutnya?

Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup Kota Ambon segera menurunkan petugas kebersihan untuk mengangkut sampah yang sudah menggunung tersebut. Selain pembersihan berkala, warga juga mendorong adanya edukasi agar kebiasaan membuang sampah ke kali dihentikan.

Belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Ambon terkait keluhan ini. Namun, warga menegaskan bahwa penanganan sampah di Kali Honipopu perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat ada pengaduan atau menjelang kunjungan pejabat.

Pembersihan yang hanya dilakukan sesekali dinilai tidak akan menyelesaikan akar masalah. Tanpa perubahan perilaku warga dan pengawasan rutin dari petugas, tumpukan sampah di bibir kali dipastikan akan kembali muncul dalam beberapa pekan ke depan.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top