MALUKU — Mitsubishi akhirnya buka suara soal rencana kembalinya ke segmen truk pikap di pasar Amerika Serikat. Bukan lewat model yang dikembangkan sendiri, pabrikan asal Jepang ini justru akan memanfaatkan kerja sama dengan Nissan, yang notabene satu aliansi, untuk menghadirkan pikap anyar—yang sangat mungkin merupakan versi rebadge dari Nissan Frontier.
Kabar ini bukan sekadar isu. Mitsubishi secara resmi memasukkan rencana tersebut ke dalam peta jalan bisnis "Momentum 2030" yang diumumkan beberapa waktu lalu. Dalam rilis resminya, perusahaan menyebut akan "re-enter the pickup truck segment in North America through its collaboration with Nissan." Langkah ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang yang beredar sejak beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, sempat beredar asumsi bahwa pikap Mitsubishi ini akan mengusung konsep unibody ala Ford Maverick yang lebih ringkas. Namun, melihat kondisi finansial Nissan saat ini dan kebutuhan efisiensi produksi, opsi tersebut dinilai kurang realistis. Jauh lebih masuk akal bila kedua pabrikan memakai platform ladder frame Frontier yang sudah eksis dan diproduksi di Amerika Serikat.
Pilihan ini juga logis dari sisi biaya. Menggunakan platform yang sudah berjalan memangkas biaya riset dan pengembangan secara signifikan, sekaligus mempercepat waktu peluncuran. Dengan kata lain, pikap Mitsubishi ini akan berbagi DNA dengan Frontier yang kini sudah berganti generasi.
Ini bukan kali pertama Mitsubishi bermain di segmen truk AS. Sebelumnya, mereka sempat menjual Raider yang merupakan hasil kerja sama dengan Dodge Dakota pada pertengahan 2000-an. Namun, model tersebut hanya bertahan singkat dan akhirnya ditarik dari pasar karena kalah bersaing. Sejak saat itu, Mitsubishi absen total dari segmen pikap di kawasan ini.
Kembalinya Mitsubishi ke segmen ini terjadi di tengah memanasnya pasar truk ukuran menengah. Kehadiran model baru berbasis Frontier ini diharapkan bisa memberi alternatif bagi konsumen yang mencari pikap tangguh dengan harga lebih terjangkau, sekaligus memperluas jangkauan merek Mitsubishi di AS.
Mark Chaffin, President and CEO of Mitsubishi Motors North America, Inc., menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari rencana pertumbuhan paling agresif yang pernah mereka lakukan di kawasan tersebut. "Mitsubishi Motors is fully committed, and the path forward for the U.S. market is clear," ujarnya dalam pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa strategi ini dirancang untuk memberikan nilai lebih bagi pelanggan dan memperkuat masa depan dealer.
Selain pikap, Mitsubishi juga tengah menyiapkan kejutan lain. Generasi terbaru Montero atau Pajero dijadwalkan melakukan debut global pada Rabu (2/9) mendatang. Namun, untuk pasar AS, model SUV legendaris ini diperkirakan baru akan tiba dalam beberapa tahun ke depan. Sebelum itu, Mitsubishi juga akan menghadirkan Eclipse EV yang berbasis platform dari Nissan Leaf.
Dengan masuknya kembali ke segmen truk, Mitsubishi kini punya lini produk yang lebih lengkap di AS. Pertanyaannya sekarang, akankah pikap ini juga masuk ke pasar Indonesia? Belum ada kepastian, tetapi melihat tren pasar dan hubungan erat Mitsubishi dengan Nissan di Tanah Air, bukan tidak mungkin kabar ini akan berlanjut ke level global yang lebih luas.