Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Pattimura (Unpatti) Maluku, Hotumese Choir, mempersembahkan dua medali emas bagi Indonesia di ajang World Choir Games 2026 di Helsingborg, Swedia. Prestasi ini sekaligus mengantarkan tim asal Ambon tersebut menembus peringkat ke-42 dunia dari sekitar 1.000 peserta.
AMBON — Hotumese Choir, tim paduan suara kebanggaan Universitas Pattimura (Unpatti) Maluku, mencatatkan sejarah baru dengan membawa pulang dua medali emas dari World Choir Games 2026. Kompetisi paduan suara bergengsi yang berlangsung di Helsingborg, Swedia, pada 11-16 Agustus 2026 itu menjadi panggung bagi mahasiswa Unpatti untuk unjuk kebolehan di kancah internasional.
Dua medali emas tersebut masing-masing diraih pada kategori Pop dan Gospel. Capaian ini terbilang istimewa mengingat persaingan di ajang tersebut sangat ketat, dengan Hotumese Choir harus berhadapan dengan paduan suara dari berbagai negara, termasuk salah satu pesaing terberat dari Inggris.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian luar biasa ini. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kualitas seni mahasiswa Maluku di mata dunia.
"Ini merupakan kebanggaan tersendiri dan semoga semakin baik ke depannya," kata Kubangun di Ambon, Senin (24/8).
Keikutsertaan Hotumese Choir di Swedia memiliki makna yang lebih dalam. Pasalnya, ajang tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momen ini menjadi kesempatan emas bagi para mahasiswa untuk mengibarkan bendera Merah Putih di panggung dunia.
"Ini satu kebanggaan yang tak ternilai karena kami dapat mengibarkan bendera Merah Putih di ajang dunia dalam momentum HUT RI ke-81," ujar Kubangun.
Lebih dari sekadar medali, prestasi Hotumese Choir juga diukur dari kepercayaan yang diberikan kepada tim Unpatti untuk tampil dalam acara puncak. Mereka mendapat kesempatan unjuk kebolehan melalui pertunjukan musik bersama peserta internasional lain yang juga meraih medali emas dalam rangkaian World Choir Games 2026.
Kubangun menilai pengalaman tampil di acara puncak tersebut menjadi pelajaran berharga bagi para mahasiswa. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan seni, tetapi juga membawa identitas Maluku dan Indonesia ke kancah internasional.
Keberhasilan di Swedia diharapkan menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa Unpatti lainnya untuk terus mengasah kemampuan dan berani berkompetisi di tingkat internasional. Prestasi ini dinilai mampu mengharumkan nama universitas, provinsi, dan negara.
"Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk terus meningkatkan prestasi sekaligus mengharumkan nama Universitas Pattimura, Provinsi Maluku, dan Indonesia di ajang internasional," pungkasnya.