Pendidikan Jadi Fondasi Pembangunan Buru Selatan, Kadisdik: Jangan Hanya Bangun Infrastruktur Fisik

Penulis: Luqman Arif  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:31:01 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Buru Selatan Momin Tomanussa menyampaikan arahan dalam perayaan HUT ke-18 di Namrole, Senin (10/2).

NAMROLE — Perayaan ulang tahun daerah yang biasanya dipenuhi sorak-sorai dan kemeriahan, kali ini dijadikan momentum refleksi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Buru Selatan. Di tengah hiruk-pikuk pembangunan fisik, Kepala Dinas Pendidikan Momin Tomanussa justru mengingatkan bahwa kemajuan sejati sebuah daerah ditentukan oleh kualitas manusianya, bukan sekadar beton dan aspal.

"Ilmu pengetahuan melahirkan kemampuan, tetapi pendidikan yang sejati melahirkan kebijaksanaan. Kebijakan yang berpijak pada ilmu, integritas, dan hati nurani akan lebih mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan," ujar Momin di Namrole, baru-baru ini.

Mengapa Kualitas SDM Lebih Penting dari Proyek Fisik?

Menurut Momin, pembangunan berkelanjutan tidak bisa bertumpu pada proyek infrastruktur semata. Buru Selatan membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki karakter, integritas, dan tanggung jawab terhadap daerahnya.

Ia menilai, HUT ke-18 ini harus menjadi titik tolak untuk memperkuat persatuan dan membangun kesadaran kolektif. Masa depan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat.

"Pembangunan bukan hanya tugas pemerintah. Ada peran masyarakat, dunia pendidikan, generasi muda, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen daerah agar Buru Selatan terus bertumbuh lebih baik," tegasnya.

Pendidikan: Investasi Jangka Panjang yang Paling Strategis

Momin menyebut pendidikan sebagai investasi jangka panjang paling strategis. Dari ruang-ruang kelas hari ini, akan lahir guru, tenaga kesehatan, birokrat, pengusaha, hingga pemimpin Buru Selatan di masa mendatang.

Karena itu, peningkatan mutu pendidikan harus berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Ketiganya saling terkait dan tidak bisa dipisahkan.

"Pendidikan adalah hak. Kebijaksanaan adalah buah dari pendidikan. Kemajuan adalah hasil dari keduanya," kata Momin.

Di usia yang ke-18, Buru Selatan dituntut semakin matang dalam berpikir dan bijaksana dalam menentukan kebijakan yang menyentuh kepentingan masyarakat. Pembangunan memang boleh membangun infrastruktur, tetapi pendidikanlah yang membangun manusia. Dari kualitas manusia itulah masa depan Buru Selatan ditentukan.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: infomalukunews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top