Nadin Amizah Rilis Album Laika, Yang Ditinggalkan: Kisah Anjing Luar Angkasa yang Jadi Metafora Kesepian

Penulis: Oman Sudirman  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:18:02 WIB
Nadin Amizah merilis album ketiganya, Laika, Yang Ditinggalkan, yang terinspirasi dari kisah anjing luar angkasa Laika sebagai metafora kesepian.

MALUKU — Nadin Amizah kembali dengan karya baru. Album ketiganya, Laika, Yang Ditinggalkan, hadir dengan konsep yang lebih personal dan emosional dari dua album sebelumnya.

Laika, Anjing Luar Angkasa yang Menjadi Inspirasi

Nama Laika bukan sekadar pemanis judul. Ia adalah sosok nyata: anjing betina yang dikirim ke luar angkasa oleh program antariksa Uni Soviet dalam misi satu arah. Naas, Laika mengembuskan napas terakhir di hari keempat penerbangan akibat overheat dan stres ekstrem di dalam kabin.

Bagi Nadin, kisah pilu itu menjadi metafora yang kuat. "Di mataku, Laika adalah sosok yang mendambakan sesuatu yang tak pernah cukup, menginginkan kasih yang tak datang, dan permohonan yang akhirnya berubah jadi amarah," tutur pelantun "Rayuan Perempuan Gila" itu dalam pernyataan tertulisnya.

Lewat album ini, Nadin menggambarkan kesepian anak-anak yang ditinggalkan sosok ayah dalam hidupnya. Perasaan yearning, kerinduan untuk berumah pada seseorang, menjadi inti dari keseluruhan album.

Inspirasi dari Peristiwa Nyata di Sekitar

Karya Nadin memang lahir dari pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya. Penyanyi kelahiran Bandung itu selalu memproses berbagai peristiwa nyata menjadi sebuah lagu.

Satu trek berjudul "Ditemukan Sebuah Bangkai" lahir dari kisah pilu banjir Jakarta di tahun baru 2020. "Waktu itu ada mayat yang mengapung di sungai di daerah Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur. Terus gak ada yang tahu dia siapa," ungkap Nadin. "Bayangin, gak ada sanak keluarga atau siapa pun yang mencarinya. Gila gak?"

Pendekatan ini membedakan Nadin dari musisi pop lainnya. Ia tidak sekadar menulis lagu cinta, tetapi juga merekam peristiwa sosial yang luput dari perhatian.

Kolaborasi dengan 10 Produser Berbeda

Untuk album ini, Nadin keluar dari zona nyaman dengan menggandeng sepuluh produser berbeda untuk menggarap sebelas lagu. Nama-nama seperti Lafa Pratomo, Baskara Putra, Enrico Octaviano, Otta Tarega, hingga Feby Putri ikut ambil bagian dalam proses kreatifnya.

"Bahkan sejak proses songwriting, aku sudah punya bayangan gimana tata soniknya. Termasuk orang-orang yang bisa menciptakannya dengan maksimal," jelas Nadin. Keputusan ini menghadirkan beragam warna musik dalam satu album yang utuh.

Meski demikian, Nadin mengaku masih punya mimpi yang belum kesampaian. "Sebagai seniman, aku selalu ingin eksplor. Ingin melakukan hal-hal yang belum pernah kulakukan. Yang belum kesampaian, produce laguku sendiri. Semoga segera ya," tambahnya.

Sesi Dengar Bersama Penggemar di 5 Kota

Tiga hari sebelum perilisan album, Nadin menggelar sesi dengar bersama untuk para penggemarnya yang disebut "Kesayangan Nadin". Acara ini berlangsung di lima kota besar Indonesia: Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya pada Selasa (25/8/2026).

Sebanyak 885 pendengar menjadi saksi pertama bagaimana cerita Laika dituangkan dalam rangkaian musik yang emosional. Album Laika, Yang Ditinggalkan kini sudah bisa dinikmati di seluruh platform streaming musik digital.

Perilisan album ini menegaskan posisi Nadin Amizah sebagai salah satu musisi pop Indonesia yang konsisten menghadirkan karya bernas dengan kedalaman lirik yang jarang ditemukan di industri musik Tanah Air.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top