PIRU — Keberadaan sumur bor di sejumlah titik lahan persawahan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Dinas Pertanian setempat. Kepala Dinas Pertanian SBB, La Radin, memastikan infrastruktur tersebut dibangun sebagai antisipasi kekeringan, bukan untuk mengambil alih peran bendungan sebagai pemasok air utama irigasi.
La Radin menyebut, dalam kondisi tertentu debit air bendungan tidak mampu menjangkau seluruh areal persawahan. Kondisi itu membuat sebagian lahan berisiko tidak mendapat pasokan air, sehingga petani terancam kehilangan kesempatan menanam.
“Sumur bor ini diarahkan untuk mengantisipasi musim kemarau yang berkepanjangan. Ketika debit air bendungan menurun, ada lahan yang tidak mampu dijangkau oleh aliran bendungan,” jelas La Radin, Jumat (14/2).
Mengapa Petani Butuh Sumber Air Tambahan?
Menurut La Radin, kebutuhan sumur bor muncul dari persoalan distribusi air yang tidak merata. Areal persawahan yang berada di ujung saluran irigasi kerap menjadi wilayah pertama yang kekeringan saat debit bendungan menyusut.
“Kalau debit air tidak masuk ke sawah, berarti petani tidak bisa menanam. Karena itu diperlukan sumber air tambahan untuk menjangkau lahan yang tidak teraliri bendungan,” katanya.
Keberadaan sumur bor dinilai strategis untuk memperluas cakupan lahan yang memperoleh pasokan air, terutama pada area yang tidak teraliri secara optimal oleh bendungan.
Usulan Berawal dari Temuan Penyuluh di Lapangan
Pembangunan sumur bor tidak direncanakan secara sepihak oleh pemerintah daerah. La Radin mengungkapkan, gagasan ini berawal dari identifikasi kebutuhan yang dilakukan para penyuluh pertanian di tingkat lapangan.
Penyuluh menemukan sejumlah wilayah persawahan yang pasokan airnya tidak maksimal dari bendungan. Temuan itu kemudian diteruskan dalam bentuk usulan pengajuan bantuan kepada pemerintah pusat melalui mekanisme yang berlaku.
Langkah ini menunjukkan respons pemerintah daerah terhadap kebutuhan riil petani di tengah ancaman perubahan iklim yang membuat musim kemarau semakin sulit diprediksi.