MALUKU — Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya langsung bergerak ke lokasi begitu laporan masuk. Fokus awal aparat: mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, dan memintai keterangan sejumlah saksi di lapangan.
Penyelidikan Menyeluruh, Pelaku Diburu
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani memastikan pihaknya tidak akan berhenti sampai pelaku teridentifikasi dan ditangkap. Menurut dia, penyelidikan dilakukan menyeluruh untuk membongkar kronologi aksi tersebut.
"Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Irjen Faizal, dikutip dari iNews Sorong Raya, Rabu (9/9/2026).
Faizal menegaskan kekerasan terhadap masyarakat sipil tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Aparat keamanan, katanya, akan terus mengejar pihak yang bertanggung jawab hingga proses hukum berjalan tuntas.
Siapa Korban dan Apa Tugas Mereka
Ketiga korban merupakan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang tengah mendampingi program cetak sawah — salah satu agenda pemerintah daerah untuk memperluas lahan produksi pangan di wilayah pegunungan Papua. Program ini menyasar distrik-distrik terpencil yang aksesnya masih terbatas.
Penembakan terjadi saat rombongan melintas di Distrik Muliama. Belum ada keterangan resmi soal siapa yang berada di belakang aksi tersebut, termasuk apakah pelaku terafiliasi dengan kelompok bersenjata tertentu. Polisi juga belum merinci jumlah pelaku yang terlibat.
Dampak ke Program dan Warga Muliama
Insiden ini menjadi pukulan bagi petugas lapangan yang sehari-hari mendampingi petani di distrik terpencil. Program cetak sawah di Jayawijaya menyentuh langsung warga yang menggantungkan hidup dari bertani, dan kehadiran penyuluh pertanian jadi ujung tombak pendampingan mereka.
Distrik Muliama sendiri termasuk wilayah dengan infrastruktur terbatas. Perjalanan darat ke lokasi memakan waktu lama, sementara akses udara bergantung pada cuaca pegunungan yang kerap berubah. Kondisi itu membuat pengamanan personel lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi aparat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi soal penangkapan. Polres Jayawijaya bersama Satgas Damai Cartenz masih menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian pelaku.
Kasus ini menambah daftar panjang gangguan keamanan terhadap aparat dan warga sipil di wilayah pegunungan Papua. Bagi pemerintah daerah, keberlanjutan program pangan di distrik-distrik terpencil kini bergantung pada seberapa cepat aparat menuntaskan penyelidikan dan memulihkan rasa aman di lapangan.