Pencarian

Angkasa Pura Indonesia Gelontorkan Rp100 Juta untuk 115 Balita Kulon Progo

Jumat, 11 September 2026 • 15:32:31 WIB
Angkasa Pura Indonesia Gelontorkan Rp100 Juta untuk 115 Balita Kulon Progo
General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Muhammad Thamrin menyerahkan bantuan secara simbolis kepada balita di Aula Kalurahan Pleret, Panjatan, Kulon Progo.

MALUKUKulon Progo — Bantuan diserahkan secara simbolis oleh General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Muhammad Thamrin, di Aula Kalurahan Pleret, Kapanewon Panjatan, Jumat (11/9/2026). Turut hadir Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Ketua Forum TJSP Kulon Progo, Panewu Panjatan, Kepala Puskesmas Panjatan II, dan Lurah Pleret.

Penyaluran bantuan ini menggandeng Dinas Kesehatan Kulon Progo dan Puskesmas Panjatan II. Sasaran utamanya adalah balita yang memerlukan tambahan asupan gizi di kawasan ring satu bandara.

Makanan Siap Santap 28 Hari Berturut-turut

Paket bantuan yang diberikan mencakup Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan berupa makanan siap santap satu kali sehari. Menu ini disalurkan rutin selama 28 hari berturut-turut, mulai 2 hingga 29 September 2026.

Selain makanan siap santap, perusahaan juga menyalurkan multivitamin, edukasi gizi, dan bantuan ayam petelur. Kombinasi ini dirancang tidak hanya untuk intervensi jangka pendek, tetapi juga membangun ketahanan pangan keluarga penerima manfaat.

Thamrin menjelaskan program ini merupakan bagian dari implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Pilar Sosial Prioritas TPB 2 (Tanpa Kelaparan).

"Program PMT Pemulihan bagi balita yang memerlukan tambahan gizi bertujuan untuk menurunkan angka kekurangan gizi, baik stunting maupun wasting. Program berkelanjutan ini telah dimulai sejak tahun 2012 hingga saat ini sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap lingkungan sekitar wilayah kerja bandara," ujarnya.

Stunting Bukan Sekadar Soal Kekurangan Materi

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menegaskan penanganan stunting tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Keterlibatan kader posyandu sebagai garda terdepan di tingkat akar rumput menjadi kunci keberhasilan program.

"Pemerintah harus bisa menggandeng semuanya, harus bisa merangkul semuanya. Wujud komitmen dan keberadaan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada hari ini adalah cerminan kepedulian dan semangat bersama untuk kemajuan masyarakat Kulon Progo," ujarnya.

Ia mengingatkan persoalan gizi buruk dan stunting bukan semata-mata karena kekurangan materi. Pola asuh dan pola asupan kesehatan yang kurang tepat di dalam keluarga juga menjadi penyebab utama.

Karena itu, Ambar mengajak para orang tua memberikan perhatian penuh pada tumbuh kembang anak. Program ini diharapkan tidak hanya mendongkrak status gizi balita, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif soal pola hidup bersih dan sehat.

Sinergi antara pemerintah daerah, InJourney Airports, kader kesehatan, dan masyarakat menjadi model intervensi gizi yang bisa direplikasi di wilayah lain. Bagi Kulon Progo, keberadaan YIA tidak hanya berdampak pada konektivitas, tetapi juga pada kualitas hidup warga di sekitarnya.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks