MALUKU — SBY menyebut arah pembangunan yang dirancang pemerintah untuk tahun depan sudah tepat dan memberikan harapan baru bagi masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi tidak ringan, baik dari faktor eksternal maupun tekanan di dalam negeri.
"Saya tahu sasaran pertumbuhan ekonomi misalkan 6 persen itu cukup tinggi, ambisius, meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai," ujarnya.
SBY menuturkan pengalamannya selama dua periode memimpin Indonesia. Rata-rata pertumbuhan ekonomi era pemerintahannya tercatat mencapai 6 persen, dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran yang turun tajam.
"Utang negara juga menurun drastis, tetapi GDP termasuk income per kapita meningkat secara tajam. Oleh karena itu, 6 persen andai kata bisa diraih kembali oleh pemerintah Indonesia akan baik dampaknya bagi rakyat kita," kata dia.
Ia berpesan agar pemerintahan saat ini menjaga kesehatan fiskal dan rutin mengevaluasi kebijakan yang diambil. Menurut SBY, manajemen pemerintahan harus berjalan bersih tanpa penyimpangan.
Target 6 persen tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato penyampaian RUU APBN 2027 di hadapan parlemen pada Jumat (14/8). Angka itu lebih tinggi dari target APBN 2026 yang sebesar 5,4 persen.
Pemerintah juga mematok sejumlah asumsi makro lainnya. Inflasi ditargetkan berada di kisaran 2,5 persen, sementara suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun diperkirakan di level 6,9 persen.
SBY mengingatkan bahwa publik menaruh ekspektasi besar terhadap pemerintah. Masyarakat berharap ekonomi tetap tumbuh, angka pengangguran dan kemiskinan berkurang, serta layanan kesehatan dan pendidikan meningkat.
"Great hope, tetapi tantangannya juga tidak ringan. Yang penting do your best pemimpin dan pemerintahan kita agar yang disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar di Senayan kemarin bisa diwujudkan dengan baik," pungkasnya.