Truk Muatan Inti Sawit PT Alno Terguling di Tanjakan Mumbang, Sopir Selamat dari Tebing 8 Meter

Penulis: Mustofa Kamal  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:50:01 WIB
Truk bermuatan inti sawit terguling di Tanjakan Mumbang, Air Muring, setelah gagal menanjak dan mundur ke bahu jalan yang amblas.

MALUKU — Kecelakaan tunggal ini sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur yang menghubungkan dua kecamatan tersebut. Truk bernomor polisi tak teridentifikasi itu akhirnya terguling ke tebing sedalam sekitar 8 meter dari badan jalan setelah kehilangan keseimbangan. Kronologi: Gagal Menanjak, Mundur ke Area Amblas

Peristiwa bermula ketika truk mencoba melintasi tanjakan curam di dekat Jembatan Mumbang. Mesin kendaraan diduga tidak mampu menaklukkan kemiringan jalan, sehingga truk otomatis bergerak mundur. Nahas, saat mundur, ban belakang justru menginjak bahu jalan yang kondisinya sudah amblas.

"Pas mau nanjak tidak kuat. Lalu mundur. Saat mundur posisi ban mobil ada di areal yang amblas. Seketika mobil terguling. Alhamdulillah sopir selamat," ujar seorang saksi di lokasi kejadian. Sopir Selamat, Evakuasi Butuh Alat Berat

Beruntung, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 09.45 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa. Sopir truk yang diketahui hanya seorang diri di dalam kabin berhasil keluar sendiri dari kendaraan sebelum truk terguling sempurna.

Kondisi kendaraan yang berada di dasar tebing membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara manual. Petugas gabungan dari kepolisian dan warga setempat masih menunggu kedatangan alat berat untuk mengangkat truk beserta muatan inti sawit yang masih berada di bak kendaraan. Jalan Tanjakan Mumbang: Titik Rawan Kecelakaan

Tanjakan Mumbang memang dikenal sebagai salah satu jalur rawan kecelakaan di wilayah Air Muring. Kontur jalan yang menanjak dan menikung, ditambah kondisi bahu jalan yang mulai tergerus, kerap menjadi momok bagi pengemudi truk pengangkut hasil perkebunan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengemudi truk bermuatan berat untuk memeriksa kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman dan tenaga mesin, sebelum melintasi jalur tersebut. Muatan inti sawit yang berat dari PT Alno disebut-sebut menjadi faktor yang memperberat kerja mesin saat menanjak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen PT Alno maupun pengelola areal HGU PT Air Muring terkait insiden ini. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah mengingat harga inti sawit yang sedang tinggi di pasaran, belum termasuk biaya perbaikan truk yang diperkirakan rusak berat di bagian kabin dan sasis.

Kejadian di Tanjakan Mumbang ini menambah daftar panjang kecelakaan truk pengangkut sawit di Provinsi Bengkulu sepanjang 2026. Data kepolisian setempat mencatat setidaknya lima insiden serupa terjadi di jalur yang sama selama enam bulan terakhir, mayoritas disebabkan oleh rem blong dan ketidakmampuan mesin menanjak.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: radarutara.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top