AMBON – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Maluku bergerak cepat memastikan kelancaran mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri 1447 H. Sebanyak 970 unit bus telah disiapkan untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran 2026. Ratusan armada ini akan beroperasi di 51 trayek strategis yang menjangkau pusat populasi hingga wilayah pelosok.
Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Muhammad Malawat, menegaskan bahwa pemetaan armada telah disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan mobilitas di berbagai pulau besar di Maluku.
Sebaran Armada dan Trayek Mudik 2026
Untuk memberikan gambaran jelas bagi calon pemudik, berikut adalah rincian distribusi kendaraan di berbagai wilayah:
| Wilayah Operasional | Jumlah Armada | Detail Trayek |
|---|---|---|
| Pulau Ambon | 735 Unit | 20 Trayek Reguler |
| Pulau Seram | 99 Unit | 14 Trayek Konektivitas |
| Kota Tual | 112 Unit | 6 Trayek |
| Damri Ambon | 24 Unit | 8 Trayek Perintis (Wilayah Terpencil) |
| Damri Namlea | 6 Unit | 5 Trayek Perintis |
Penyediaan ribuan kursi ini merupakan bagian dari peta jalan sektor transportasi Maluku periode 2025-2029. Muhammad Malawat menekankan bahwa prioritas utama tahun ini adalah integrasi layanan dan keamanan penumpang.
“Kami ingin memastikan layanan transportasi darat berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjaga keterjangkauan tarif bagi masyarakat. Fokus kami adalah konektivitas yang efisien dan keselamatan perjalanan,” ujar Malawat, Minggu (15/2/2026).
Guna meminimalisir risiko kecelakaan, Dishub Maluku akan melaksanakan serangkaian langkah preventif:
Ramp Check: Pemeriksaan teknis kelaikan kendaraan secara menyeluruh.
Audit Administrasi: Pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan dan izin trayek.
Kesehatan Pengemudi: Memastikan kesiapan fisik dan mental awak angkutan melalui pengawasan lapangan.
Koordinasi Lintas Sektor: Bekerja sama dengan Kepolisian dan instansi terkait di tiap kabupaten/kota untuk pengawasan arus lalu lintas.
Pemerintah juga mengimbau para operator angkutan untuk mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tidak melakukan kenaikan tarif secara sepihak di luar ketentuan yang telah ditetapkan. Dengan kesiapan armada yang mencapai hampir seribu unit ini, diharapkan masyarakat Maluku dapat merayakan Lebaran di kampung halaman dengan rasa aman dan nyaman.