Ambon – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku (BKHIT) Maluku meningkatkan pengawasan terhadap arus lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan di pelabuhan serta bandara hingga Idul Fitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan hayati dan mencegah masuk maupun tersebarnya hama serta penyakit karantina.
Kepala BKHIT Maluku, Wlly Indra Yunan, menyampaikan bahwa penguatan pengawasan dilakukan dengan meningkatkan intensitas pemeriksaan administrasi dan fisik pada setiap media pembawa yang masuk maupun keluar wilayah, baik melalui jalur udara maupun laut.
Menurutnya, menjelang dan selama periode Idul Fitri 2026, kewaspadaan diperketat di seluruh pintu pemasukan dan pengeluaran. Seluruh komoditas diperiksa secara menyeluruh guna memastikan telah memenuhi ketentuan karantina dan bebas dari HPHK, HPIK, maupun OPTK.
Sebanyak tujuh petugas karantina disiagakan secara bergiliran di bandara dan pelabuhan, termasuk di area kargo, agar pelayanan tetap berjalan optimal sekaligus memperkuat fungsi pengawasan.
Salah satu pengawasan dilakukan di Satuan Pelayanan Bandara Pattimura, Ambon. Petugas memeriksa delapan batang anggrek yang akan dikirim ke Jakarta melalui verifikasi dokumen dan pemeriksaan fisik untuk memastikan tanaman bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina.
Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap 10 kilogram manisan mangga yang akan dikirim ke Surabaya melalui bandara yang sama. Komoditas tersebut dicek kelengkapan dokumen dan kesesuaian persyaratan sebelum diterbitkan sertifikat kesehatan tumbuhan.
Di area kargo, BKHIT Maluku turut mengawasi komoditas perikanan seperti benih lobster (DOC) dan kepiting bakau. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi tetap sehat dan sesuai ketentuan perkarantinaan agar tidak menimbulkan risiko penyebaran penyakit ikan karantina.
Wlly menegaskan bahwa meskipun terdapat hari libur nasional dan perayaan keagamaan, layanan sertifikasi dan pengawasan tetap berjalan demi mendukung kelancaran distribusi komoditas serta pelayanan kepada masyarakat.
Ia menambahkan, pengawasan ketat tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menjaga biosekuriti sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang Idul Fitri.