MALUKU TENGGARA BARAT — Wilayah pesisir barat laut Maluku Tenggara Barat diguncang gempa tektonik pada dini hari tadi. Berdasarkan rilis resmi BMKG di akun media sosial X @infobmkg, episentrum gempa berada di koordinat 7.00 Lintang Selatan dan 130.08 Bujur Timur. Pusat gempa terletak 173 kilometer barat laut Maluku Tenggara Barat dengan kedalaman mencapai 161 kilometer.
Mengapa Gempa Kedalaman 161 Km Tidak Berpotensi Tsunami?
Kedalaman gempa yang mencapai lebih dari 150 kilometer membuat getarannya termasuk dalam kategori gempa menengah. BMKG menjelaskan, gempa dengan hiposenter dalam seperti ini umumnya tidak memicu gelombang tsunami karena energi yang sampai ke dasar laut sudah melemah secara signifikan. Masyarakat di pesisir Maluku Tenggara Barat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab.
Gempa Susulan di NTT: Getaran Dangkal di Waingapu
Hanya berselang 18 menit setelah gempa pertama, BMKG mencatat aktivitas seismik kembali terjadi di Indonesia Timur. Gempa berkekuatan Magnitudo 2,2 mengguncang Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, pada pukul 04:44 WIB. Berbeda dengan gempa di Maluku, gempa di Waingapu ini sangat dangkal dengan kedalaman hanya 10 kilometer. Episentrumnya berada di darat, tepatnya 45 kilometer timur laut Waingapu.
Dua Titik, Dua Karakter Guncangan Berbeda
Dua gempa yang terjadi dalam rentang waktu kurang dari satu jam ini menunjukkan karakter seismik yang berbeda di wilayah timur Indonesia. Gempa M4,4 di Maluku merupakan gempa lempeng dalam yang getarannya mungkin tidak terasa kuat di permukaan. Sementara gempa M2,2 di Waingapu, meski kekuatannya kecil, berpotensi menimbulkan getaran yang lebih terasa oleh warga karena kedalamannya yang sangat dangkal. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di kedua wilayah dan sekitarnya.