Pencarian

Pemprov Maluku Buka Keran Investasi Perikanan dan Rempah, Lahan Budidaya Laut Baru Terpakai 2,4 Persen

Senin, 24 Agustus 2026 • 21:38:01 WIB
Pemprov Maluku Buka Keran Investasi Perikanan dan Rempah, Lahan Budidaya Laut Baru Terpakai 2,4 Persen
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan potensi investasi sektor perikanan dan rempah di Ambon, Senin (10/2).

Pemerintah Provinsi Maluku membuka peluang investasi di sektor perikanan dan rempah untuk membangun rantai nilai yang terhubung ke pasar nasional dan global. Dari total potensi lahan budidaya laut seluas 158 ribu hektare, pemanfaatannya baru mencapai 3.816 hektare atau sekitar 2,4 persen.

AMBON — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyatakan karakter daerahnya sebagai provinsi kepulauan menjadi modal utama untuk menarik investor. Wilayah Maluku mencapai 712.498 kilometer persegi dengan 93,5 persen berupa perairan, terdiri atas 1.422 pulau dan garis pantai sepanjang 10.914 kilometer.

"Potensi yang dimiliki Maluku harus ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja dan memperkuat industri lokal," kata Hendrik di Ambon, Senin.

Ruang Investasi Perikanan Masih Terbuka Lebar

Maluku berada di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), yakni WPP 714, 715 dan 718 yang meliputi Laut Banda, Laut Seram dan Laut Arafura. Komoditas tuna, cakalang dan tongkol menjadi kekuatan utama perikanan daerah.

Hendrik menegaskan peluang investasi tidak hanya pada sektor perikanan tangkap, tetapi juga perikanan budidaya dan industri pengolahan. Ia menyebut potensi lahan budidaya laut mencapai sekitar 158 ribu hektare, sedangkan yang baru dimanfaatkan sekitar 3.816 hektare.

"Ini menunjukkan ruang investasi yang masih sangat besar, terutama pada pengolahan hasil perikanan, cold chain, pengalengan dan penerapan teknologi modern," ujarnya.

Pala dan Cengkih Tak Lagi Dijual Mentah

Di luar sektor perikanan, Pemprov Maluku menawarkan pengembangan rempah sebagai ekonomi berbasis komoditas unggulan. Pala dan cengkih yang menjadi identitas Maluku sebagai Kepulauan Rempah perlu didorong menjadi produk bernilai tambah.

Langkah yang ditempuh mencakup standardisasi mutu, branding, hilirisasi dan pengembangan produk turunan. Hal ini diharapkan memperkuat daya saing komoditas rempah Maluku sekaligus memperluas akses pasar ekspor.

Hendrik menekankan investasi yang masuk tidak boleh berhenti pada eksploitasi sumber daya alam, tetapi harus membangun keterkaitan ekonomi dengan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Sektor Lain yang Ikut Ditawarkan ke Investor

Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan pariwisata bahari, energi terbarukan dan logistik. Destinasi seperti Banda Neira, Kepulauan Kei, Pantai Ora, Ngurbloat, Ngurtafur dan Pulau Bair memiliki peluang dikembangkan melalui investasi akomodasi, konektivitas antarpulau serta desa wisata berbasis masyarakat.

Karakter kepulauan Maluku membuka peluang pengembangan tenaga surya, angin, mikrohidro, biomassa, panas bumi hingga energi laut. Peluang tersebut diperkuat sejumlah proyek strategis daerah, antara lain pengembangan Blok Masela, Maluku Integrated Logistics Hub (MILH), pengembangan Pariwisata Banda, Bendungan Way Apu, serta hilirisasi pala dan kelapa.

"Kami ingin investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat industri lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Hendrik.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks