Pencarian

Bulu Gila, Atraksi Bambu "Menari" dari Ambon yang Menguji Nyali dan Kekompakan

Kamis, 13 Agustus 2026 • 12:41:31 WIB
Bulu Gila, Atraksi Bambu
Bambu sepanjang dua hingga tiga meter bergerak dan meliuk saat atraksi Bulu Gila berlangsung di Ambon, Maluku.

AMBON — Hentakan keras dan suara gemuruh mendadak pecah dari tengah kerumunan. Bukan ledakan, melainkan atraksi Bulu Gila, kesenian tradisional khas Maluku. Pertunjukan ini selalu menyedot perhatian karena menyajikan fenomena yang sulit dijelaskan logika.

Sebatang bambu sepanjang 2 hingga 3 meter bergerak, berputar, dan meliuk-liuk dengan sendirinya. Padahal, bambu itu hanya dipegang beberapa orang di kedua ujungnya. Gerakannya yang tak menentu membuat para pemegang kewalahan dan harus ekstra waspada agar tidak mengenai penonton.

Apa yang Membuat Bambu Itu Bergerak Sendiri?

Masyarakat Ambon meyakini bambu dalam atraksi Bulu Gila telah diisi kekuatan magis melalui ritual tertentu. Namun, penggiat seni budaya menjelaskan fenomena ini terjadi karena kekompakan dan konsentrasi para pemegang. Gerakan liar itu merupakan hasil tarikan dan dorongan yang dilakukan bersama-sama tanpa disadari.

Terlepas dari pro dan kontra soal penyebabnya, atraksi ini tetap menjadi hiburan rakyat yang ditunggu-tunggu. Suasana semakin meriah ketika penonton diteriaki untuk maju membantu menahan bambu. Rasa takut dan penasaran bercampur menjadi satu saat berhadapan langsung dengan bambu yang "hidup" tersebut.

Bulu Gila sebagai Daya Tarik Wisata Maluku

Bulu Gila bukan sekadar tontonan lokal. Kesenian ini kerap tampil dalam berbagai acara, mulai dari festival budaya, penyambutan tamu penting, hingga program hiburan televisi nasional. Salah satunya pernah ditayangkan dalam program perjalanan di Trans TV, memperkenalkan atraksi ini ke khalayak yang lebih luas di Indonesia.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Ambon, menyaksikan Bulu Gila menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Sensasi mendengar suara bambu beradu dengan tanah dan melihat gerakannya yang tidak wajar meninggalkan kesan tersendiri. Atraksi ini membuktikan bahwa Maluku tidak hanya kaya akan keindahan alam bawah laut, tetapi juga tradisi dan mistisisme yang melekat dalam budayanya.

Meski demikian, pengunjung diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan pemandu atraksi. Bambu yang bergerak liar bisa menjadi berbahaya jika tidak ditangani dengan benar. Justru di situlah letak keseruannya, setiap orang yang terlibat harus saling menjaga konsentrasi dan kekompakan agar atraksi berjalan aman hingga akhir.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 20.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks