AMBON — Penyaluran bantuan pangan beras untuk periode Juli hingga September 2026 resmi dimulai di Kota Ambon. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, melaunching kegiatan tersebut di Gudang Bulog Negeri Halong, Rabu (12/8/2026).
Bantuan ini menyasar 25.383 Kepala Keluarga (KK) yang terdaftar dalam Desil 1 hingga Desil 4 hasil pemutakhiran data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) atau data Parlinsos. Total beras yang disalurkan mencapai 761.490 kilogram.
Bukan Sekadar Agenda Seremonial
Bodewin menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi warga. Menurutnya, bantuan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.
"Penyaluran bantuan pangan pemerintah ini adalah bukti kepedulian negara untuk memastikan warga Kota Ambon, khususnya kelompok masyarakat yang membutuhkan, dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya serta menjaga daya beli masyarakat," ujar Bodewin dalam sambutannya.
Koordinasi Pekanan untuk Kendalikan Inflasi
Pemkot Ambon tidak bekerja sendiri. Bodewin mengungkapkan bahwa pihaknya rutin berkoordinasi setiap pekan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, dan Kementerian Dalam Negeri untuk memantau ketersediaan stok pangan serta mengendalikan laju inflasi daerah.
"Dalam tanggung jawab bersama, kami akan terus mendukung apa yang dilaksanakan oleh teman-teman dari Perum Bulog khusus untuk penyaluran di Kota Ambon, dan terus berkoordinasi guna memastikan inflasi tetap terjaga," tegasnya.
Ia menambahkan, inflasi menjadi indikator utama bagaimana masyarakat bisa hidup dengan baik dari waktu ke waktu.
Data Dimutakhirkan, ASN dan TNI/Polri Dipastikan Tak Masuk Penerima
Salah satu poin penting yang ditekankan Bodewin adalah ketepatan sasaran penyaluran. Digitalisasi dan pemutakhiran data terus dilakukan agar bantuan tidak tumpang tindih atau salah sasaran, termasuk memastikan aparatur sipil negara (ASN) serta anggota TNI/Polri tidak masuk dalam daftar penerima.
Ia juga mengingatkan para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk menggunakan bantuan beras secara bijak. "Dilarang keras untuk memperjualbelikannya kembali," tandasnya.
Apresiasi untuk Bulog dan Forkopimda
Bodewin memberikan apresiasi kepada Perum Bulog Kanwil Maluku-Maluku Utara dan PT Jasa Prima Logistik Bulog (JPLB) yang terus bekerja maksimal menjaga kualitas dan kuantitas penyaluran. Apresiasi serupa disampaikan kepada jajaran Forkopimda, TNI, dan Polri yang mengawal distribusi hingga tingkat desa, negeri, dan kelurahan.
Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Maluku-Malut, Rudi Senawi Tahir, dalam laporannya menyebutkan alokasi bantuan pangan untuk wilayah Ambon mencapai 25.383 KK dengan total beras 761.490 kg.
Peluncuran ditandai dengan penyerahan beras secara simbolis oleh Wali Kota bersama Forkopimda dan OPD terkait, dilanjutkan dengan pelepasan armada pendistribusian logistik pangan.