MALUKU — BMKG melaporkan rangkaian deteksi tsunami terjadi dalam rentang waktu kurang dari satu jam setelah gempa utama. Data dari akun resmi X BMKG menunjukkan, gelombang pertama terpantau di Kawapante pada pukul 05.16 WIB dengan ketinggian 0,38 meter, disusul Flores Timur 0,25 meter pada 05.24 WIB, dan Bakalang 0,14 meter pada 05.41 WIB.
Peringatan Dini dan Wilayah Terdampak
Puncak ketinggian gelombang tercatat di Maurole, NTT, mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB. "Tsunami di Maurole (05.27 WIB) 0,94 meter," demikian keterangan resmi BMKG di akun X-nya, Sabtu (15/8).
Dua wilayah di luar NTT juga ikut terdampak. Di Baubau, Sulawesi Tenggara, gelombang setinggi 0,30 meter terdeteksi pada pukul 05.47 WIB, sementara di Bulukumba, Sulawesi Selatan, ketinggiannya mencapai 0,54 meter pada pukul 05.58 WIB.
Rentetan Gempa Susulan dan Imbauan Warga
BMKG mengonfirmasi bahwa tsunami yang terdeteksi merupakan akibat langsung dari gempa tektonik berkekuatan M 7,0 yang berpusat di laut dekat Mbay, NTT. "Tsunami akibat gempa telah terdeteksi di Baubau (05.47 WIB) 0,30 m," tulis BMKG dalam laporan terpisahnya.
Meski ketinggian gelombang yang tercatat di sebagian besar titik berada di bawah satu meter, BMKG tetap mengimbau masyarakat di pesisir untuk menjauhi area bibir pantai dan tidak melakukan aktivitas di sekitar muara sungai. Imbauan ini menyusul potensi gelombang susulan yang masih bisa terjadi hingga status peringatan dini resmi dicabut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan infrastruktur akibat kejadian ini. Pemerintah daerah setempat bersama BPBD masih melakukan pendataan dampak di wilayah pesisir terdampak.