Pencarian

ETIAS Eropa Ditunda Lagi, Warga Indonesia Bisa Hening Napas Sejenak

Minggu, 16 Agustus 2026 • 23:51:01 WIB
ETIAS Eropa Ditunda Lagi, Warga Indonesia Bisa Hening Napas Sejenak
Warga Indonesia masih dapat bepergian ke negara-negara Schengen tanpa ETIAS menyusul penundaan peluncuran sistem otorisasi perjalanan elektronik Uni Eropa.

MALUKU — Bagi Anda yang sudah menyiapkan rencana liburan ke Prancis, Italia, atau Swiss pada akhir tahun ini, ada satu hal yang bisa dicoret dari daftar persiapan: mengurus ETIAS. Otoritas Uni Eropa resmi menunda peluncuran sistem otorisasi perjalanan elektronik itu, yang sebelumnya dijadwalkan beroperasi pada kuartal keempat 2026.

Penundaan ini bukan yang pertama. Sejak sistem ini digagas pada 2016 dan secara resmi dibentuk pada 2018, jadwal peluncurannya sudah mundur berkali-kali. Awalnya ETIAS ditargetkan beroperasi pada 2021, namun terus meleset dari rencana.

Apa Itu ETIAS dan Mengapa Penting?

ETIAS adalah sistem otorisasi perjalanan elektronik untuk wisatawan dari negara-negara yang bebas visa, termasuk Indonesia. Meski kerap disebut sebagai visa, ETIAS sebenarnya lebih mirip dengan ESTA milik Amerika Serikat atau ETA yang baru diperkenalkan Inggris.

Sistem ini nantinya akan mewajibkan pelancong untuk mengisi formulir daring dengan data paspor dan informasi pribadi, plus membayar biaya €20 atau sekitar Rp350 ribu. Jika disetujui, izin ETIAS berlaku tiga tahun atau hingga paspor pemohon kedaluwarsa, mana yang lebih dulu.

Negara-negara yang tercakup dalam sistem ini meliputi 30 negara Eropa, termasuk Prancis, Italia, Spanyol, Portugal, Yunani, Jerman, Islandia, dan Swiss. Batas kunjungan singkat tetap 90 hari dalam periode 180 hari.

Mengapa Peluncuran ETIAS Kembali Molor?

Kompleksitas teknis menjadi biang keladi utama. ETIAS bukan sekadar satu sistem tunggal, melainkan jaringan yang harus terhubung dengan berbagai database Eropa dan internasional secara real-time. Sistem ini juga harus berjalan beriringan dengan Entry/Exit System (EES), yang mencatat pergerakan wisatawan non-UE secara digital.

EES sendiri baru memulai peluncuran bertahap pada Oktober 2025 dan baru beroperasi penuh April 2026. Selama musim liburan panas tahun ini, EES disebut-sebut menyebabkan antrean panjang di sejumlah bandara Eropa, dengan waktu tunggu mencapai beberapa jam hingga penumpang ketinggalan pesawat.

“ETIAS tidak bisa berfungsi dengan baik sampai EES berjalan lancar di semua tempat. Eropa seolah memutuskan merenovasi seluruh rumah sebelum memasang bel pintu,” ujar Sébastien Couix, pendiri dan CEO Visamundi, agensi layanan perjalanan berbasis di Prancis.

Menurut Couix, koordinasi antara puluhan pemerintah nasional, bandara, pos perbatasan, dan operator transportasi menjadi tantangan tersendiri. “Ini bukan kisah satu kegagalan besar, melainkan tiga puluh kegagalan kecil yang saling menumpuk,” tambahnya.

Dampak Penundaan bagi Wisatawan Indonesia

Bagi pelancong Indonesia, kabar ini berarti tidak ada perubahan aturan masuk ke Eropa untuk saat ini. Aturan bebas visa yang berlaku tetap sama seperti sebelumnya, dan aplikasi ETIAS belum dibuka.

Namun, kebingungan tetap terjadi di lapangan. Antoinette Leon, COO ItsEasy, Passport & Visa Services, mengungkapkan banyak calon wisatawan yang salah paham. “Karena ETIAS sudah lama diberitakan, banyak orang mengira sistem ini sudah berjalan. Kami sering menerima telepon dari orang yang ingin mengurus ETIAS untuk perjalanan bulan depan,” katanya.

Kesalahpahaman ini juga membuka celah bagi situs-situs tidak resmi yang menawarkan jasa pengurusan ETIAS dengan biaya tambahan. Padahal, hingga saat ini belum ada aplikasi resmi yang bisa diakses publik.

Bagi Anda yang berencana ke Eropa dalam beberapa bulan ke depan, aturan mainnya masih sama: cukup pastikan paspor masih berlaku minimal enam bulan dan siapkan tiket pulang-pergi. Untuk informasi terbaru seputar ETIAS, pantau terus situs resmi Uni Eropa atau konsultasikan dengan kedutaan negara tujuan.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cntraveler.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks