Kebijakan ini menempatkan Roku di posisi yang sama dengan banyak merek kamera keamanan lain yang menawarkan opsi tanpa langganan. Bedanya, Roku menerapkan pembatasan yang cukup signifikan pada fungsionalitas inti perangkat. Padahal, bagi sebagian besar pemilik rumah, kemampuan merekam dan mengenali wajah adalah alasan utama memasang bel pintu video.
Tanpa langganan berbayar, pengguna hanya bisa menonton siaran langsung (live view) dan menerima notifikasi dasar saat bel ditekan. Aktivitas yang terekam tanpa deteksi orang tidak akan tersimpan, sehingga pengguna kehilangan bukti visual jika ada kejadian saat tidak berada di rumah.
Fitur yang Hilang Jika Tak Bayar
Roku tidak merinci secara gamblang fitur apa saja yang masuk kategori "penting" tersebut. Namun, berdasarkan pengujian yang dilakukan sejumlah media teknologi, beberapa kemampuan utama yang hilang antara lain:
- Deteksi orang versus objek lain — kamera tidak bisa membedakan manusia dengan mobil atau hewan peliharaan.
- Penyimpanan rekaman video di cloud — klip aktivitas tidak tersimpan untuk diputar ulang.
- Zona aktivitas (activity zones) — pengguna tidak bisa mengatur area tertentu yang memicu perekaman.
Yang tersisa hanyalah notifikasi real-time dan akses siaran langsung. Artinya, pengguna harus membuka aplikasi setiap kali ada pergerakan untuk melihat apa yang terjadi, tanpa bisa memutar ulang kejadian yang terlewat.
Strategi Langganan yang Semakin Umum
Pendekatan ini sebenarnya bukan hal baru di industri kamera keamanan. Ring, Nest, dan Arlo juga menerapkan model freemium serupa, di mana perangkat keras dijual murah atau dengan harga kompetitif, tetapi fitur canggih baru terbuka setelah pengguna berlangganan layanan cloud.
Untuk Roku, langkah ini masuk akal secara bisnis. Perusahaan yang dikenal lewat perangkat streaming ini tengah memperluas ekosistem smart home-nya. Menawarkan doorbell dengan harga terjangkau adalah cara menarik pengguna baru, sementara langganan menjadi sumber pendapatan berulang yang stabil.
Pilihan Bagi Konsumen Indonesia
Di pasar Indonesia, di mana langganan layanan cloud untuk perangkat smart home masih dianggap sebagai biaya tambahan yang memberatkan, kebijakan ini bisa menjadi pertimbangan. Sebagian besar konsumen lokal lebih memilih perangkat yang berfungsi penuh tanpa biaya bulanan, seperti yang ditawarkan merek-merek asal Tiongkok seperti Xiaomi atau Imou.
Bagi yang tetap ingin membeli Roku doorbell, perlu dihitung matang-matang apakah biaya langganan tahunan sebanding dengan fitur yang didapat. Jika hanya ingin memantau tamu secara langsung dari genggaman, opsi gratisnya mungkin cukup. Namun, jika butuh rekaman untuk keamanan, anggaran untuk langganan harus disiapkan sejak awal.
Keputusan akhirnya kembali ke kebutuhan dan budget masing-masing. Yang jelas, Roku sudah memberi tahu sejak awal bahwa "gratis" di sini tidak berarti "lengkap".