Pencarian

Bupati Malra M. Thaher Hanubun Masuk Bursa Ketua Demokrat Maluku, Modal Legislatif-Eksekutif Jadi Pertimbangan

Rabu, 26 Agustus 2026 • 19:11:31 WIB
Bupati Malra M. Thaher Hanubun Masuk Bursa Ketua Demokrat Maluku, Modal Legislatif-Eksekutif Jadi Pertimbangan
Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, menghadiri agenda politik di Ambon, Maluku, Senin (10/2/2025).

AMBON — Bursa calon Ketua DPD Partai Demokrat Maluku mulai memanas menjelang Musyawarah Daerah (Musda) 2026. Nama Muhammad Thaher Hanubun mencuat setelah rekam jejaknya di kursi legislatif dan eksekutif dinilai mumpuni untuk memimpin partai di provinsi kepulauan ini.

Hanubun bukan wajah baru di panggung politik Maluku. Sebelum menjadi orang nomor satu di Maluku Tenggara, ia menghabiskan waktu sebagai tenaga pendidik di sebuah SMA di Jakarta, lalu duduk di DPRD Kabupaten Malra, dan melanjutkan karier ke DPRD Provinsi Maluku.

Jejak Karier: dari Ruang Kelas ke Kursi Bupati

Perjalanan politik Hanubun terbilang unik. Ia mengawali karier dari dunia pendidikan, kemudian beralih ke politik elektoral. Pengalaman sebagai anggota DPRD Kabupaten dan Provinsi memberinya pemahaman tentang dinamika anggaran, regulasi, dan hubungan antarlembaga.

Kini, sebagai Bupati Malra dua periode, ia terbiasa mengambil keputusan eksekutif dan bersentuhan langsung dengan persoalan masyarakat di wilayah kepulauan. Kombinasi pengalaman ini menjadi nilai jual yang sulit dicari kandidat lain.

Tantangan Memimpin Demokrat di Provinsi Kepulauan

Maluku memiliki karakteristik geografis yang menantang. Tersebar dari Maluku Tenggara hingga Maluku Barat Daya, dari Ambon sampai Buru, setiap kabupaten dan kota memiliki dinamika sosial, budaya, dan politik yang berbeda. Seorang ketua DPD dituntut mampu menjadi jembatan yang menyatukan seluruh kekuatan partai.

Pengalaman Hanubun memimpin daerah kepulauan dinilai relevan dengan kebutuhan tersebut. Ia paham betul bagaimana mengelola organisasi dan komunikasi politik di tengah keterbatasan geografis.

Regenerasi Tanpa Mengorbankan Pengalaman

Keputusan Elwen Roy Pattiasine untuk tidak mencalonkan diri kembali membuka ruang regenerasi. Namun, regenerasi tidak selalu berarti memilih figur yang lebih muda. Yang dibutuhkan Demokrat Maluku adalah energi baru dalam perspektif dan pola komunikasi, tanpa kehilangan pengalaman organisasi.

Hanubun dinilai memiliki kombinasi keduanya. Statusnya sebagai kepala daerah aktif juga memberi keuntungan tersendiri dalam membangun komunikasi dengan DPC di seluruh kabupaten/kota.

Pekerjaan Besar Pasca-Musda

Musda Demokrat Maluku tidak hanya menentukan siapa yang duduk di kursi ketua. Figur terpilih akan menghadapi pekerjaan besar: konsolidasi organisasi, regenerasi kader, memperluas komunikasi publik, hingga memastikan partai tetap hadir di tengah masyarakat.

Kemenangan dalam Musda bukan tujuan akhir. Ketua terpilih harus mampu membuat Demokrat lebih kuat setelah musda berakhir. Dalam konteks inilah nama Muhammad Thaher Hanubun layak masuk perhitungan.

Keputusan akhir tetap berada di tangan mekanisme internal partai, mulai dari penjaringan, dukungan DPC, hingga keputusan DPP. Munculnya sejumlah nama justru menjadi bagian dari dinamika demokrasi internal yang sehat. Pemilik suara memiliki ruang menentukan figur berdasarkan kapasitas, pengalaman, dan visi kepemimpinan.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: potretmaluku.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks