MALUKU — Persaingan pasar kendaraan listrik roda empat di Indonesia kembali memanas. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk periode Juli 2026 menunjukkan pergeseran signifikan di papan atas, dengan BYD Atto 1 sukses merebut takhta dari Jaecoo J5 EV yang memimpin pada bulan sebelumnya.
Distribusi dari pabrikan ke dealer atau wholesales untuk BYD Atto 1 tercatat 4.233 unit sepanjang Juli lalu. Capaian ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa permintaan konsumen terhadap SUV listrik kompak masih sangat tinggi.
Peta Persaingan dan Kejutan Wuling
Jaecoo J5 EV yang perkasa di Juni 2026 harus puas turun ke peringkat kedua dengan distribusi 3.155 unit. Posisi tiga besar dilengkapi oleh Geely EX2 yang membukukan 1.592 unit. Di bawah trio tersebut, angka penjualan langsung merosot tajam—tidak ada lagi model yang mampu menembus tembus seribu unit.
Kejutan terbesar datang dari Wuling Aira EV. Model terbaru pabrikan asal Tiongkok ini langsung menempati peringkat keempat dengan 721 unit. Yang menarik, Aira EV baru saja diperkenalkan ke publik pada 29 Juli 2026 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Capaian ini menunjukkan sambutan pasar yang luar biasa untuk model yang masih hangat diluncurkan.
Melengkapi jajaran lima besar, MG S5 EV mencatatkan distribusi 627 unit, disusul BYD Atto 3 dengan 611 unit. Sementara itu, satu-satunya wakil non-China yang berhasil menembus daftar sepuluh besar adalah VinFast VF3 asal Vietnam, dengan distribusi 377 unit.
Daftar Lengkap 10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026
Berikut rincian lengkap model dengan penjualan wholesales tertinggi di Indonesia selama Juli 2026:
- BYD Atto 1 – 4.233 unit
- Jaecoo J5 EV – 3.155 unit
- Geely EX2 – 1.592 unit
- Wuling Aira EV – 721 unit
- MG S5 EV – 627 unit
- BYD Atto 3 – 611 unit
- VinFast VF3 – 377 unit
- Geely EX5 – 333 unit
- Wuling Darion EV – 219 unit
- Xpeng X9 – 217 unit
Dominasi Merek Tiongkok di Pasar Domestik
Komposisi penjualan tersebut menegaskan hegemoni merek asal Tiongkok dalam industri kendaraan listrik nasional. Dari sepuluh model dengan distribusi tertinggi, sembilan di antaranya merupakan produk pabrikan China. Hanya VinFast VF3 yang mampu menjadi pengecualian di tengah gempuran merek-merek seperti BYD, Geely, Jaecoo, MG, dan Wuling.
Fenomena ini sejalan dengan tren global di mana produsen kendaraan listrik Tiongkok agresif berekspansi ke pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan strategi harga kompetitif dan varian produk yang beragam. Dengan laju adopsi kendaraan listrik yang terus meningkat, persaingan di segmen ini diprediksi akan semakin sengit pada paruh kedua tahun ini.