Pencarian

Tesla Setop Produksi Atap Surya Solar Roof, Harga Melonjak Hingga Picu Gugatan Class Action

Jumat, 21 Agustus 2026 • 14:08:31 WIB
Tesla Setop Produksi Atap Surya Solar Roof, Harga Melonjak Hingga Picu Gugatan Class Action
Tesla resmi menghentikan produksi atap surya Solar Roof dan mengalihkan fokus ke panel surya konvensional.

MALUKU — Keputusan ini disampaikan Tesla kepada jaringan mitra pemasang pihak ketiga. Perusahaan asuhan Elon Musk itu menyatakan tidak akan lagi memasok genteng surya, dan hanya akan fokus pada panel surya konvensional. Halaman resmi tesla.com/solarroof kini otomatis mengarahkan pengunjung ke halaman panel surya, dan menu "Solar Roof" telah dihapus dari navigasi situs.

Harga Membengkak Hingga Dua Kali Lipat Sebelum Terpasang

Janji awal Tesla terdengar menggoda: biaya Solar Roof lebih murah dibandingkan kombinasi atap baru dan panel surya tradisional. Penawaran perdana bahkan menyebut angka sekitar Rp 352 ribu per kaki persegi, atau setara Rp 3,8 juta per meter persegi.

Kenyataannya jauh berbeda. Harga terpasang melonjak drastis, bahkan bagi konsumen yang sudah menandatangani kontrak. Pada 2021, Tesla menaikkan harga secara sepihak. Satu kasus yang terungkap dalam gugatan class action menunjukkan harga kontrak seorang pelanggan melonjak dari Rp 1,15 miliar menjadi Rp 2,3 miliar sebelum instalasi dimulai.

Gugatan tersebut akhirnya diselesaikan Tesla dengan pembayaran USD 6 juta atau sekitar Rp 96 miliar pada 2023. Skala kenaikan harga yang tidak wajar ini menjadi salah satu faktor utama mengapa produk ini ditinggalkan konsumen.

Target 1.000 Unit per Minggu, Realita Hanya 32 Unit

Elon Musk berulang kali memproyeksikan produksi dan pemasangan Solar Roof akan mencapai 1.000 unit per minggu. Target itu dipatok untuk akhir 2019 dan paruh pertama 2020. Klaim tersebut tidak pernah terwujud.

Data Wood Mackenzie menunjukkan puncak pemasangan Solar Roof hanya berkisar 21 hingga 32 unit per minggu, lebih dari 95 persen di bawah target. Total akumulasi pemasangan di seluruh AS selama tujuh tahun hanya sekitar 3.000 sistem. Angka ini kontras dengan target mingguan yang dipublikasikan sejak awal peluncuran.

Tesla sendiri sudah mulai menarik diri dari produk ini sejak awal 2024, ketika laporan kuartalan berhenti merinci angka pemasangan Solar Roof.

Produk yang Lahir untuk Menyelamatkan Akuisisi SolarCity

Solar Roof bukan sekadar produk komersial. Ia lahir sebagai instrumen untuk meyakinkan pemegang saham menyetujui akuisisi SolarCity senilai USD 2,6 miliar pada 2016. Saat itu, SolarCity adalah perusahaan instalasi surya yang terlilit utang dan diketuai oleh sepupu Elon Musk.

Dalam presentasi perdananya di Hollywood, Musk menampilkan genteng surya yang dipasang di rumah-rumah set film Desperate Housewives. Namun dokumen pengadilan dalam litigasi pemegang saham kemudian mengungkap bahwa genteng yang dipamerkan saat acara tersebut belum berfungsi sebagai produk surya yang sesungguhnya.

Keputusan menghentikan Solar Roof ini sekaligus menutup babak panjang produk yang secara teknis rumit. Tantangan terbesar bukan hanya biaya produksi, tetapi juga proses instalasi yang padat karya dan keterbatasan efisiensi akibat desain genteng yang tidak bisa menghadap matahari secara optimal.

Fokus Baru: Panel Surya Konvensional dan Manufaktur Lokal

Dengan dihentikannya Solar Roof, Tesla kini memusatkan seluruh sumber daya pada panel surya standar yang dipasangkan dengan Powerwall. Musk juga telah mengumumkan rencana pembangunan pabrik manufaktur panel surya skala besar di AS.

Bagi konsumen yang sudah terlanjur memesan Solar Roof, Tesla akan mengarahkan mereka ke produk panel surya konvensional. Perusahaan tidak memberikan kompensasi khusus terkait perubahan produk ini, namun keputusan tersebut dinilai lebih masuk akal secara bisnis dibandingkan terus memproduksi genteng surya yang rugi di setiap unitnya.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks