AMBON — Upaya pencarian nelayan hilang di perairan Kota Ambon memasuki hari ketiga tanpa hasil. Tim SAR Gabungan memperluas jangkauan operasi menyusuri pesisir pantai dan dasar laut di sekitar lokasi kejadian, namun korban belum juga ditemukan.
Dantim Ops SAR Renhard Lopies mengatakan, tiga Satuan Regu Unit (SRU) dikerahkan untuk memperluas area pencarian sejak pagi hingga menjelang sore. SRU 1 berisi unsur masyarakat menyisir garis pantai dari Desa Hutumuri hingga Desa Hukurila. SRU 2 menggunakan Rubber Boat Polairud Polda Maluku dan Speedboat Kodaeral IX menyisir titik koordinat yang telah ditentukan. Sementara SRU 3, tim penyelam Basarnas, melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.
Korban Terseret Gelombang saat Melaut Bersama Dua Rekan
Korban Arien Maspaitella dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya bersama dua orang temannya dihantam gelombang tinggi. Insiden terjadi pada 17 Agustus sekitar pukul 19.00 WIT, atau dua setengah jam setelah mereka berangkat melaut dari perairan Desa Hutumuri.
Dua rekan korban berhasil selamat dalam insiden tersebut. Sebelum tim SAR gabungan tiba, warga setempat dan keluarga telah melakukan pencarian mandiri, tetapi belum membuahkan hasil.
Pencarian Dihentikan Sementara, akan Dilanjutkan Besok
Setelah tiga hari operasi berjalan, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud Polda Maluku, Polsek Leitimur Selatan, Kodaeral IX, BPBD, dan masyarakat memutuskan menghentikan pencarian sementara. Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Kamis (20/8) pagi.
Hingga pencarian dihentikan, tim penyelam Basarnas belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban baik di permukaan air maupun di dasar laut. Kondisi gelombang di perairan selatan Pulau Ambon yang dikenal dinamis menjadi salah satu faktor yang mempersulit proses pencarian.