MALUKU — Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pelemahan IHSG sore ini dipicu oleh aksi ambil untung investor setelah penguatan pada sesi-sesi sebelumnya. Meski indeks terkoreksi, sejumlah saham lapis kedua dan ketiga justru mencatatkan penguatan signifikan, menandakan rotasi sektoral masih berlangsung di pasar modal domestik.
PICO dan ELIT Melesat Lebih dari 34 Persen
Saham PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) menjadi primadona dengan melonjak 34,31 persen ke level Rp184 per saham. Posisi kedua ditempati PT Delta Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) yang menguat 34,03 persen dan ditutup di harga Rp256 per unit.
Berikut daftar lengkap 10 saham dengan penguatan tertinggi pada perdagangan hari ini:
- PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) — naik 34,31% ke Rp184
- PT Delta Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) — naik 34,03% ke Rp256
- PT Steady Safe Tbk (SAFE) — naik 24,87% ke Rp492
- PT Ekadharma International Tbk (EKAD) — naik 24,52% ke Rp386
- PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) — naik 24,42% ke Rp107
Koreksi IHSG dan Sentimen Pasar
Pelemahan IHSG terjadi meskipun sejumlah saham spekulatif menunjukkan pergerakan ekstrem. Kondisi ini mengindikasikan investor institusi cenderung mengurangi eksposur di saham blue chip, sementara dana ritel bergerak ke saham dengan kapitalisasi pasar lebih kecil.
Tekanan jual terpantau merata di hampir seluruh sektor utama, sejalan dengan sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis sejumlah data ekonomi domestik dan global pekan ini. Pergerakan nilai tukar rupiah turut menjadi perhatian investor asing yang selama ini menjadi salah satu penopang likuiditas pasar.
Prospek Perdagangan Selanjutnya
Level psikologis 6.500 menjadi support terdekat yang harus dipertahankan IHSG pada sesi berikutnya. Jika level ini gagal dipertahankan, potensi koreksi lanjutan terbuka. Sebaliknya, jika indeks berhasil bertahan di atas level tersebut, peluang rebound teknikal masih terbuka.
Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan harga saham top gainer hari ini, terutama PICO dan ELIT, karena lonjakan harga yang tajam kerap diikuti koreksi wajar pada sesi-sesi berikutnya. Fluktuasi saham berkapitalisasi kecil juga rentan terhadap aksi ambil untung jangka pendek.
Investasi mengandung risiko. Selalu lakukan analisis fundamental dan teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.