Pencarian

Pemkot Ambon Pasang Trash Boom di 3 Muara Sungai, Target Perluas ke 9 Titik Atasi Sampah ke Teluk Ambon

Jumat, 21 Agustus 2026 • 18:21:02 WIB
Pemkot Ambon Pasang Trash Boom di 3 Muara Sungai, Target Perluas ke 9 Titik Atasi Sampah ke Teluk Ambon
Pj Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menghadiri kegiatan Kolaborasi Gerakan Lingkungan Berkelanjutan di Balai Kota Ambon, Kamis (20/8/2026).

AMBON — Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menyatakan persoalan perkotaan seperti kemacetan, kawasan kumuh, dan sampah membutuhkan penanganan menyeluruh yang melibatkan masyarakat, komunitas, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya. Pernyataan itu disampaikannya dalam kegiatan Kolaborasi Gerakan Lingkungan Berkelanjutan di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Kamis (20/8/2026).

"Sesungguhnya masalah-masalah tersebut tidak bisa diselesaikan sendiri. Karena itu, kita terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi Kota Ambon," ujar Bodewin.

Trash Boom Jadi Andalan Baru Cegah Sampah Masuk Teluk

Salah satu langkah konkret yang telah dieksekusi adalah pemasangan tiga trash boom atau jaring penahan sampah di muara Sungai Wairuhu, Waitomu, dan Waiheru. Kerja sama dengan komunitas Clean Rivers ini menjadi pertahanan terakhir agar sampah tidak mencemari Teluk Ambon.

Ke depan, kolaborasi tersebut akan diperluas. Pemkot Ambon menargetkan pemasangan jaring penahan sampah di sembilan sungai yang melintasi wilayah kota. Perluasan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah serius menekan volume sampah yang selama ini bermuara ke laut.

Perilaku Warga Jadi Kunci Utama Penanganan Sampah

Bodewin menekankan bahwa penanganan sampah harus dimulai dari sumbernya. Meskipun kapasitas pengangkutan dan infrastruktur terus ditingkatkan, ia menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan.

"Kalau masih ada perilaku membuang sampah di sungai dan selokan, maka masalah sampah di Kota Ambon tidak akan selesai. Karena itu, membangun kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dari upaya kita," tegasnya.

Pemerintah kota juga fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia petugas kebersihan serta penyediaan infrastruktur persampahan yang memadai. Kombinasi antara infrastruktur dan edukasi publik diharapkan mampu memutus rantai pencemaran lingkungan secara berkelanjutan.

Apresiasi untuk Peraih Kalpataru dan Komunitas Peduli Lingkungan

Dalam kesempatan itu, Wali Kota memberikan apresiasi kepada Wutmaili Romuty atau Bung Uce, peraih Kalpataru 2026, serta komunitas The Ocean Club yang dinilai konsisten mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Dedikasi tokoh-tokoh lokal ini menjadi contoh nyata bahwa aksi individu bisa berdampak luas.

"Kalau banyak orang dan banyak pihak yang mau berupaya seperti Bung Uce, saya yakin persoalan sampah ini bisa kita minimalisir. Kita tidak saja menikmati kehidupan di kota hari ini, tetapi kita punya tanggung jawab yang baik bagi generasi yang akan datang," katanya.

Bodewin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai tanggung jawab bersama yang dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. "Mari kita semua jaga alam, mulai dari diri kita," tutup Bodewin.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: terasmaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks