Pencarian

Bupati Maluku Tenggara Dorong Pangan Lokal untuk Atasi Stunting, Targetkan Ibu Hamil KEK dan Balita Kurang Gizi

Minggu, 23 Agustus 2026 • 14:23:31 WIB
Bupati Maluku Tenggara Dorong Pangan Lokal untuk Atasi Stunting, Targetkan Ibu Hamil KEK dan Balita Kurang Gizi
Bupati Maluku Tenggara meninjau pembekalan Pemberian Makanan Tambahan berbasis pangan lokal di Rumah Sakit Pratama Lies Hanubun, Sabtu (22/8/2026).

Langgur — Upaya menekan angka stunting di Maluku Tenggara tidak hanya bertumpu pada layanan kesehatan, tetapi juga mengubah kebiasaan konsumsi masyarakat. Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, bersama Wakil Bupati CharlosViali Rahantoknam, meninjau langsung kegiatan pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Rumah Sakit Pratama Lies Hanubun, Sabtu (22/8/2026).

Program ini menyasar ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita berstatus berat badan kurang (underweight). Pendekatan pangan lokal dipilih karena bahan bakunya mudah diperoleh warga dan dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan gizi harian dibandingkan produk olahan pabrik.

Mengapa Pangan Lokal Jadi Kunci Pencegahan Stunting?

Hanubun menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Menurutnya, keterlibatan keluarga dalam menyediakan asupan bergizi menjadi penentu utama tumbuh kembang anak, bukan semata intervensi medis di fasilitas kesehatan.

“Pencegahan stunting harus dimulai dari pemenuhan gizi ibu hamil dan anak. Karena itu, pemanfaatan pangan lokal menjadi langkah penting yang perlu terus didorong di tengah masyarakat,” ujar Hanubun dalam sambutannya.

Gerakan Hidup Sehat Menyasar Peran Keluarga

Kegiatan ini dirangkaikan dengan kampanye Gerakan Cegah Stunting yang menekankan pola hidup sehat sebagai rutinitas harian. Wakil Bupati Rahantoknam mengajak masyarakat mengubah paradigma bahwa gizi hanya soal kenyang, melainkan tentang kualitas makanan yang dikonsumsi.

“Gerakan cegah stunting membutuhkan peran aktif keluarga dan masyarakat. Mari bersama-sama memastikan ibu hamil dan anak mendapatkan makanan bergizi serta perhatian kesehatan yang cukup,” ungkapnya.

Pembekalan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi kader kesehatan dan orang tua mengenai cara mengolah bahan pangan lokal menjadi menu bergizi seimbang. Harapannya, ketergantungan pada makanan instan dapat berkurang dan keluarga lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan nutrisi.

Sinergi Menuju Generasi Maluku Tenggara yang Berkualitas

Pemkab Maluku Tenggara berharap kegiatan ini memperkuat sinergi antara pemerintah desa, puskesmas, dan tokoh masyarakat dalam memantau tumbuh kembang balita. Dengan data yang akurat, intervensi gizi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Keberlanjutan program menjadi perhatian utama. Setelah pembekalan, pendampingan akan terus dilakukan melalui posyandu setempat untuk memastikan ibu hamil dan balita menerima asupan sesuai standar. Target akhirnya adalah menekan angka kekurangan gizi dan melahirkan generasi yang sehat dan tumbuh optimal.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: timesmaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks