Pencarian

Proyek Sekolah Rakyat Rp250 Miliar di Maluku Tengah Belum Rampung, Target Juli 2026 Molor Gegara Material dari Surabaya Terhambat

Senin, 20 Juli 2026 • 19:22:31 WIB
Proyek Sekolah Rakyat Rp250 Miliar di Maluku Tengah Belum Rampung, Target Juli 2026 Molor Gegara Material dari Surabaya Terhambat
Proyek Sekolah Rakyat senilai Rp250 miliar di Maluku Tengah masih dalam tahap finishing setelah distribusi material dari Surabaya terhambat.

MALUKU TENGAH — Proyek strategis nasional yang mulai dikerjakan pada Januari 2026 itu masih menyisakan sejumlah pekerjaan finishing di beberapa bangunan utama. Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan seperti mess siswa SMA, asrama putri, gedung serbaguna, rumah susun guru, dan kantin masih dalam tahap pemasangan plafon serta penutup atap.

Bangunan Apa Saja yang Sudah Berdiri?

Sejumlah fasilitas utama memang telah berdiri kokoh. Di antaranya gedung SD, SMP, SMA, gedung serbaguna, rumah susun guru, rumah ibadah, asrama putra dan putri, kantin, lapangan, dapur, serta gudang. Namun, dari pantauan, beberapa fasilitas itu belum sepenuhnya siap pakai karena masih ada pekerjaan akhir yang belum tuntas.

Mengada Keterlambatan Distribusi Material dari Surabaya?

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kendala utama proyek ini adalah terhambatnya pengiriman material bangunan dari Surabaya ke Maluku Tengah. Kondisi geografis kepulauan dan cuaca kerap menjadi faktor yang memperlambat rantai pasok material ke lokasi proyek di Kelurahan Holo.

Meski begitu, aktivitas pembangunan masih terus berlangsung. Para pekerja dari PT Nindya Karya, selaku pelaksana proyek, masih terlihat menyelesaikan pekerjaan finishing di sejumlah titik.

Calon Siswa Sudah Tiba, Fasilitas Belum Optimal

Di tengah proses pembangunan yang masih berjalan, sejumlah calon peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA diketahui telah berada di lokasi untuk mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Namun, sebagian fasilitas pendukung masih dalam tahap pengerjaan sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para siswa.

Masyarakat setempat berharap pemerintah bersama kontraktor dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan yang tersisa. Harapannya, Sekolah Rakyat Terintegrasi ini bisa segera difungsikan dan memberikan layanan pendidikan yang layak bagi anak-anak di Maluku Tengah.

Pengawas Proyek Belum Bisa Dikonfirmasi

Saat dikonfirmasi mengenai progres pembangunan dan penyebab belum rampungnya proyek tersebut, Pengawas Proyek Sekolah Rakyat Kabupaten Maluku Tengah dari pihak pelaksana PT Nindya Karya, Amanudin Fajar, belum memberikan keterangan kepada media.

Bagikan
Sumber: radiodms.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks