AMBON — Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, mengungkapkan bahwa Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Mei 2026 mengalami kenaikan tipis sebesar 0,02 persen poin. Data ini merupakan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis di Ambon, Jumat (14/8/2026).
Penambahan jumlah orang bekerja mencapai 4.536 orang jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya pada Februari 2026. Angka ini menunjukkan adanya pergerakan positif di pasar tenaga kerja regional meskipun tidak terlalu besar.
Sektor Pertanian Masih Jadi Andalan Utama Penyerapan Tenaga Kerja
Dari total penduduk yang bekerja, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih mendominasi dengan menyerap 329.471 orang. Sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di sebagian besar kabupaten dan kota di Maluku.
Namun, jika melihat komposisi jenis pekerjaan, mayoritas pekerja Maluku masih bergantung pada sektor informal. Sebanyak 623.102 orang atau setara 65,24 persen dari total pekerja tercatat bekerja pada kegiatan informal pada Mei 2026.
Proporsi Pekerja Informal dan Paruh Waktu Mulai Menyusut
Meski masih mendominasi, porsi pekerja informal mengalami penurunan sebesar 0,28 persen poin dibandingkan Februari 2026. Hal serupa juga terjadi pada kategori pekerja paruh waktu yang persentasenya turun cukup signifikan, yakni 3,19 persen poin pada periode yang sama.
Penurunan ini berbanding terbalik dengan kategori setengah penganggur yang justru mengalami kenaikan 3,01 persen poin. Kondisi ini kerap menjadi indikator bahwa sebagian pekerja menambah jam kerja atau mencari pekerjaan tambahan untuk meningkatkan pendapatan.
Tingkat Pengangguran Terbuka Maluku Turun Tipis
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Maluku pada Mei 2026 tercatat sebesar 5,75 persen. Angka ini turun 0,05 persen poin dibandingkan posisi Februari 2026, menandakan adanya perbaikan kecil dalam penyerapan tenaga kerja di tengah dinamika ekonomi daerah.
Penurunan TPT ini sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja. Meski demikian, BPS tetap mencermati tren kenaikan setengah penganggur yang bisa memengaruhi kualitas ketenagakerjaan ke depan.